Friday, 9 September 2016

Liburan Ter-ter-ter

Duuupp...Yoo Waddup all my ghost..read.----ah !!




Back to action, back to college, back to do something !
Kuliah gua udah mulai masuk lagi, dan itu artinya akan ada beberapa cerita yang (mungkin) bakal diposting. Kenapa pas masuk kuliah ? karena biasanya kalo gua dalam masa liburan semester gua cuman melakukan hal yang dilakukan beruang pada musim dingin.

Pada liburan kali ini gua lebih banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat dibandingkan liburan-liburan sebelumnya. Bahkan diliburan sebelumnya gua bisa ngabisin waktu buat gangguin kucing lagi poop. Gua rasa kucing itu punya sedikit dendam sama gua, karena perut gua sempat tidak berkontraksi selama beberapa hari, dan ninja-ninja dalam usus besar antriannya udah semakin padat, mirip antrian bikin E-KTP di kelurahan.

Liburan kali ini kakak gua yang kedua, Ka Sonya sudah menetap kembali dirumah. Karena dia udah lulus dari Universita Sumatera Utara. Sepulangnya dari Medan, dia membawa selera musiknya yang baru. Hampir 2 minggu berturut-turut ia memutarkan playlist andalan folksong kepunyaannya. Berbeda sama gua yang lagi sedang kagum sama musik EDM yang kekinian. Bayangkan, dalam satu rumah ada dua genre jenis lagu bertentangan yang diputar. Mungkin kalo ada kelelawar dirumah gua, dia cuman terbang muter-muter karena pertentangan frekuensi suara yang merusak sonar pendengarannya.
                                      ****
Pada periode liburan ini gua dateng kerumah saudara sepupu gua a.k.a Pardamean atau biasa dipanggil bang ucok atau bang Dame yang saat ini sedang dalam pengerjaan buku keduanya. Lucunya, kami ternyata mengangkat topik pembicaran penelitian yang dilakukan Stephen Hawking. Lucunya dimana ? disini belom lucu, jadi lucunya itu gua juga emang kebetulan lagi tertarik sama teori blackholenya si Hawking, dan Bang Dame juga tahu akan hal itu. Seakan kebetulan, dan karena topik itu, beberapa jam lewat begitu saja. Lucunya dimana ? gua rasa ternyata ngga ada lucunya pembicaran mengenai teori-teori fisika tentang semesta ini. Tapi, entah kenapa gua ngerasa lucu, karena gua benar-benar semangat membicarakan ini. Jadi, kalo ada dari antara kalian yang lucu, mungkin gua akan suka. Tapi, tolong…ini hanya berlaku untuk wanita…dan umurnya diatas 19 tahun…dan jumlah rambutnya harus ganjil, karena nantinya hanya gua yang bisa menggenapinya kalau mau sama gua (?)

Liburan kali ini gua juga melahap 2 buku, salah satu bukunya adalah buku berjudul Ayah karya Andrea Hirata, salah satu penulis idola gua. Karena setiap bukunya selalu bisa merubah cara pandang gua untuk menjalani hidup. Gua juga latihan listening untuk test TOEFL. Gokil, entah apa yang ada dalam benak gua untuk belajar listening TOEFL saat liburan. Gua rasa karena ada kakak gua dirumah, daya tidur gua lebih terkontrol. Karena biasanya gua bisa tidur seharian penuh, dan cuman diselingin makan, mandi doang. Mungkin kalo ada alat pelacak sisi hewani yang dimiliki seorang manusia, gua akan terlacak dengan kandungan hewani beruang 90%.

***

Beberapa waktu lalu laptop gua si stilus, lambungnya rusak (battery). Kena arus pendek dari colokan gulung yang gua kutuk setelah peristiwa itu. Untung aja, cuman batterynya yang rusak, bukan laptopnya, atau orangnya. Untung aja, gua pas nyari batterynya ada yang jual, untung aja harga batterynya yang orisinil ngga nyampe satu juta, untung aja gua lagi megang uang, dan untung aja gua orang indonesia, karena seburuk apapun musibah yang gua alamin, gua bakal selalu merasa beruntung. Karena seperti yang gua bahas sebelumnya kalau Indonesia itu orang yang beruntung.
 
Diumur stilus yang udah menginjak 4 tahun, dia sering sakit-sakitan. Umur-umur segini biasanya manusia lagi diajarin baca jam, dan lagi sering-seringnya kena penyakit-penyakit. Stilus, laptop gua ini dari, bluescreen sampe diserang virus sekaliber trojan udah ngalamin. Software sampe abis digerogotin itu virus. Sampe ngebuat gua benar-benar cemas dan sedikit mengerti perasaan orang tua saat anaknya lagi sakit. Ditambah lagi infusan (charger laptop) terus tertancap pada badan stilus untuk ngebuat dia tetap hidup. Karena battery gua udah ngga cukup kuat untuk menghidupi kebutuhan stilus.

Stilus adalah salah satu benda paling berharga yang orang tua gua berikan. Dia udah gua bawa dari Bekasi-Jakarta-Serang-Bandung-Yogyakarta. Gelitikan-gelitikan yang gua hujamkan pada tuts keyboardnya jadi perantara gua menceritakan banyak hal, dan berbagi banyak hal. Kalo seandainya stilus sampe harus tutup usia, mungkin gua bakal bener-bener sedih. STILUS I RESPECT YOU A LOT.

***

Liburan kali ini ngebuat gua lebih siap buat menghadapi semester baru kuliah gua. Seolah-olah mata gua udah dicelikan oleh beberapa kegiatan gua diliburan kali ini. Semoga aja motivasi ini bakal ada satu semester penuh, dan bukan diawal-awal doang. Gua merasa liburan kali ini adalah liburan ter-ter-ter baik !

So, that’s all for now my ghost reader !
Prepare yourself for face everything, only you can do that !
Don’t forget to breath and blink, sssstayyy alive readsh !!

Sunday, 28 August 2016

Teori Jenggot

Yo wasssup ghost reader !!
I have a poetry for y’all, rapapapapap check it !
Stone is grey, Star is so bright.
You may be not cozy, when your life is so straight (?)

Yop, tanpa terasa gua sekarang udah semester 5, dan sudah bisa dibilang sebagai mahasiswa tingkat menengah akhir. Mahasiswa yang jenggotnya udah semakin lebat, dan semakin mirip kambing. Indikator kelebatan jenggot ini hanya berlaku untuk pria, ingat untuk PRIA !. Tapi, beberapa tahun belakangan teori gua tentang korelasi jenggot lebat dengan semester yang ditempuh mahasiswa sudah terpatahkan.

Gua pernah bertemu beberapa mahasiswa yang tergolong baru dalam hingar-bingar dunia perkuliahan. Ada beberapa mahasiswa baru, atau yang disingkat maba yang memiliki jenggot lebih  banyak dari yang seharusnya mereka miliki. Bahkan beberapa juga ada yang memasuki tahap “Aladeen”. Yop, mereka brewokan mirip kayak tokoh Aladeen di film The Dictator. Beberapa saat kalo berbicara dengan mereka, gua berpikir, jenis pupuk apa yang mereka gunakan untuk sabun muka.




Perkembangan zaman membuat teori gua akan semakin melemah, ditambah lagi sekarang udah banyak berkeliaran minyak-minyak atau kream yang digunakan untuk membuat brewok jadi tumbuh, dan tingkat ke pria-indiaan akan semakin meningkat. Contohnya aja kream W*AK Doyok, namanya agak aneh tapi begitulah strategi pemasaran, kalo ngga eksentrik ngga bakal digubris.

Ya, tapi bisa dibilang juga jenggot itu didapat dari “faktor keturunan”. Maka dari itulah teori gua mengenai korelasi jenggot lebat dengan semester yang ditempuh mahasiswa pria sudah terpatahkan. Ternyata gua masih butuh lebih banyak waktu penelitian sebelum menentukan tesis. Jadi, jika kalian bertemu beberapa orang berjenggot lebat belum tentu juga, mereka adalah mahasiswa bersemester banyak. Karena ada beberapa mahasiswa juga yang menyembunyikan jati diri mereka dengan, mencukur jenggot mereka.

Mungkin ada beberapa pertanyaan yang menanggapi teori tidak penting gua ini, atau jika tidak ada, setidaknya gua punya tanggapan pertanyaan sendiri yang gua miliki. Pertanyaanya adalah “kenapa jenggot yang dijadikan indikator ?, kenapa bukan kumis ?, kenapa bukan bulu mata ? kenapa bukan bulu kaki ?”. Jawabannya cukup mudah, yang kalian butuhkan bukan logika tinggi, tapi hanyalah jiwa muda, liar, dan gila. Sudah dapat jawabannya ? Belum ? berarti kalian tidak mengikuti saran gua dengan benar, cobalah.
***

Beberapa bulan lalu gua pernah ketemu maba, dan sekarang gua akan ketemu maba baru lagi, iya maba baru. Gua yang sudah semeter lima ini akan resmi memiliki ade kelas, 2 generasi. Agak aneh rasanya, gua yang sama temen gua masih menggosipkan beberapa episode spongebob squarepants yang janggal, sudah menyandang predikat “senior semi-akhir”.

Banyak perasaan janggal yang gua miliki akibat predikat itu. Seperti misalnya, ketika gua masih dalam golongan maba, jika gua bertemu orang, gua lebih sering manggil kak, bang, atau panggilan sopan semacamnya untuk senior. Tapi sekarang, gua sudah lebih sering mendapatkan panggilan senior itu. Ya, walaupun ada beberapa kali panggilan ini digunakan untuk “penunjang “ rasa percaya diri.

Maksud dari “penunjang” itu sendiri adalah ketika dipanggil abang atau kak sama “target operasi senior pria”. Gua sendiri sejujurnya lebih suka dipanggil abang ketimbang kaka. Entah kenapa kalau gua dipanggil kaka gua ngerasa jadi agak kecewean dan itu akan berbanding terbalik ketika dipanggil abang. Gua rasa juga 72,515 % pria setuju sama pernyataan gua yang satu ini. Jadi, untuk kalian wanita, ketika ada pria berkata “Panggil abang aja, jangan kakak”, itu artinya dia punya pemikiran yang sama dengan gua.

***

Ngomong soal jenggot, beberapa waktu belakangan juga ada kabar berhembus kalau jenggot itu suka menghisap darah, dan dipercaya punya kekuatan magis karena mereka hidup. Kabarnya juga beberapa diantara jenggot itu ada yang berbentuk manusia mini. Hati-hati kawan.
Yop, that’s all for now my ghost reader.
Don’t forget to breath and blink, stay alive !

Bonus : “You don’t wasting your time, when you enjoyed it” – John Lenon
*Tips : Jangan pernah menjadikan jenggot sebagai indikator kesenioran mahasiswa

Monday, 22 August 2016

Tragedi Lift Mogok

Yoo wassup ghost reader !!
How do you do ?
Udah setengah dari 2016 terlewati dan belum ada publisher buku yang nawarin gua buat nerbitin buku. #PenulisMasaDepan

Beberapa hari yang lalu saudara gua yang nulis buku yang pernah gua bahas (Postingan “BukuBoooom !!!”) kena serangan hewan sebangsa vampire yang ngebuat dia dirawat inap di salah satu Rumah Sakit di Bekasi. Dia digigit nyamuk tentara yang badannya belang-belang a.k.a nyamuk Aedes aegepty. Kebetulan penyakit ini lagi hits dikalangan umur 20-30 tahun menurut data di rumah sakit itu. Ngikutin perkembangan zaman ngga harus pake baju trendy, kena penyakit yang lagi trendy juga udah cukup.

Rumah sakit inilah yang menjadi tempat gua makan sekuteng pertama kali, dan rasanya mirip minyak angin direbus.  Gua adalah salah satu orang yang percaya tentang mitos rumah sakit. Mitos tentang banyaknya kumpulan orang tidak sehat yang berbaring dikasur, mitos tentang banyaknya orang yang mengenakan baju putih, sampai mitos tentang banyaknya Dokter-dokter dan suster-suster arkegon yang aduhai, eh…

Rumah sakit juga pernah jadi saksi bisu pertemuan gua dengan artis bersuara soprano overato (dibaca : cempreng ), yaitu Dokter Nycta Gina. Yop, gua ketemu dia waktu dia masih magang, dan kebetulan gua yang dijadiin objek buat pembelajarannya. Jadi, waktu itu gua lagi periksa kelopak mata, dan gua kaget ketika gua melihat Dokter yang meriksa gua, menerangkan tentang kelopak mata gua kepada ketiga orang disebelah kanan gua, dimana salah satunya adalah mantan penyiar radio prambors, Nycta Gina.

Dari banyak hal yang ngga gua suka dari rumah sakit, ada juga hal yang gua suka, salah satunya adalah dokter magang yang wanginya kaya make parfum 150 ml sekali pakai. Yep, dulu waktu gua sering “nongkrong” di rumah sakit, gua sering ketemu dokter magang sosialita, yang menurut gua terlalu cakep untuk jadi dokter. Kalo dokternya begitu, yang ada, presentase orang yang sakit dibanding orang sembuh bakal bertolak belakang, dan pastinya yang bakal lebih banyak sakit adalah laki-laki. Kebetulan gua juga mau sakit kalo dokter yang meriksa kaum itu.

***
Ketika gua berniat menjenguk saudara gua itu yang bernama Bang Dame, ada kejadian aneh yang ngga terduga. Ketika itu sebelum berangkat ada tukang siomay yang lewat sambil membunyikan bel khasnya, dan dari situ gua bisa tau kalau waktu sudah mau menunjukan pukul ½ 5 sore, karena jam besuknya jam 5 sore sampai jam 7 malam. Gua dan kakak gua pun berangkat, dan akhirnya sampai di Rumah Sakit pukul ½ 6, walaupun jarak ini rumah sakit ngga terlalu jauh dari rumah, namun karena macet semua hal jadi terasa lebih jauh.

Semua hal masih berjalan normal, namun itu semua berubah, ketika nyokap gua menyuruh gua dan kakak gua untuk membeli air mineral botol di kafetaria rumah sakit yang berada di lantai dasar. Ketika pergi ke lift, gua dan kakak gua, Ka Sonya masih ngomong-ngomong normal. Terus, entah kenapa sebelum gua masuk lift, gua ngomong ke kakak gua kaya gini, “Kak, lo tau ga kenapa ini lift manjang kedalem ?”, kaka gua jawab “biar bagus”, gua pun agak kecewa karena jawaban tidak berusaha dari kakak gua, dan gua pun menimpali dengan berkata “soalnya ini lift juga dipake buat ngangkat jenazah, makanya dibuat manjang kedalem, biar mayatnya ngga dilipet pas naik lift”.

Gua lupa gua ngomong apaan, pokoknya, setelah gua ngomong kakak gua ketawa gede banget, dan tiba-tiba gua jadi segen gitu. Gua ngga berani ketawa besar dan cuman cengengesan irit, dan bilang ke kakak gua “Ka, ketawanya jangan kegedean, abis dari keluar lift aja”. Setelah gua ngomong gitu, liftnya langsung mati dan lampu emergency di dalam lift nyala, anehnya gua ngga panik sama sekali, dan udah tau ini bakal terjadi.

Setelah lift mati, kakak gua langsung diem, dan gua langsung ngomong “Bro, bray, sist, sorry bener dah, jangan sekarang dulu tapi”, kakak gua masih sempet-sempetnya ketawa kecil. Gua langsung pencet bel emergency, dan ngga ngerespon. Gua pun coba tarik nafas sambil ngga mikirin yang aneh-aneh. Teng…tiba-tiba suara lift berbunyi dan liftnya nyala lagi, dan begitu nyala pintunya langsung kebuka, padahal itu bukan lantai tujuan gua dan kakak gua. Gua pun langsung ngomong ke kakak gua “Kak, lewat tangga ajadah”. Kakak gua jawab “iya, lewat tangga lebih sehat”. Kami berdua coba berpikir positif

Gua  dan kakak gua keluar dari lift, dan hal pertama yang gua cek adalah tombol lift diluar, apakah nyala atau ngga, kalau nyala, kemungkinan ada orang iseng yang lewat dan mencet tombol itu dan langsung kabur, biar liftnya kebuka di lantai itu. Ngga berhenti disitu setelah kita nyampe kafetaria rumah sakit, langsung hujan deras banget, dan dalam hati gua cuman bisa ngomong “Nah..”. Setelah kejadian itu gua dan kakak gua naik tangga ke lantai tiga, tempat ruangan saudara gua.

Setelah gua sampai keruangan saudara gua, disana ada temen-temennya yang dateng, dan ketika ditanya katanya mereka naik lift tanpa ada kendala sedikitpun. Yass…. Setelah cukup lama dan waktu menunjukan ½ 8,  ada satpam yang dateng buat ngusirin penjenguk, dan nyokap gua sempet-sempetnya nawarin pudding ke itu satpam, bahkan ngomong “ini enak pak, ngga bakal adalagi yang nawarin pudding kaya gini”, satpam itu tetep nolak dengan berwibawa, walaupun gua ngeliat lidahnya sedikit melet-melet.

Yop, setelah itu satpam tongkrongin ruangan itu sambil menatap ke kami yang seolah berbicara “pulanglah kalian semua !”, akhirnya kami pun pulang dan naik lift, lagi. Gua kirain setelah beberapa waktu liftnya udah lupa, dan ternyata liftnya belum lupa. Jadi, ketika gua, kaka gua, dan nyokap gua naik lift, tiba-tiba itu lift macet dan ngga jalan. Tiba-tiba pintunya kebuka dan dilayar udah nunjukin lantai dasar, tapi kenyataanya kami masih berada di lantai 3. Sama kaya tadi, kami langsung keluar lift dan akhirnya turun menggunakan tangga. Kemudian gua dan kakak gua hening untuk beberapa waktu.

***

Setelah kejadian itu gua belajar satu hal, jangan berisik di dalam lift rumah sakit, apalagi sampe main gitar listrik di dalem lift lengkap dengan amplifier. Karena dijamin, lo bakal diusir dari rumah sakit dan kemungkinan terparah lo bakal dianter ke rumah sakit jiwa.

Yop, that’s all for now my ghost reader !
Don’t forget to breath and blink, stay alive !