Wednesday, 24 June 2015

Kunci untuk Bangsaku

Yoo wassuupp Ghost drrr... drrr..Ghost Readaaahh !
Kali ini gua mau menuangkan sedikit aspirin..eh, aspirasi maksud gua.
Aspirasi itu tentang korelasi pendidikan dan pembangungan bangsa.*ooooyeeeah*
Sebagai mahabarata (mahasiswa) tingkat madya (setingkat diatas maba) gua juga punya beberapa cemilan kata yang sedikit bisa mengernyitkan dahi untuk berpikir.
SO, READ THIS ! #Oks !

( Illustrasi seadanya :  J.A.P. )

Pendidikan adalah suatu hal yang paling penting dalam kehidupan setiap individu manusia dalam dunia ini, ditambah lagi pendidikan memiliki suatu fungsi sebagai jembatan menuju ke tempat yang lebih baik. Memang sebagai Warga Negara Indonesia saya tidak akan menutup mata dan mencoba menghibur diri sendiri dengan mengatakan bahwasanya negara kita ini adalah negara yang kaya dan memiliki banyak orang hebat. Karena sungguh suatu hal yang percuma ketika suatu negara itu kaya dan memiliki banyak orang hebat, namun masih ada pula orang yang sekarat dibawah tirani “orang hebat”.

Pendidikan memang sangatlah dibutuhkan oleh setiap orang untuk bisa merubah masa depan suatu Bangsa dan Negara, akan tetapi apalah gunanya jika orang yang mengaku berpendidikan tetapi tidak mau melakukan perubahan ? pendidikan tanpa perbuatan yang nyata adalah percuma. Jika kita berpikir dan terlalu banyak mengeluh akan semua kondisi negara ini, tetapi tanpa mempunyai keinginan untuk merubahnya apakah kita bukan salah satu dari penyebab “keluhan” negara ini ?. Banyak pertanyaan yang akan muncul dan akan banyak pula pertanyaan yang tidak terjawab.

Jika kita berpikir tentang rumusan masalah tentang “Apa penyebab masalah dari Bangsa kita ini ?” maka akan mudah menjawabnya yaitu, pendidikan. Tetapi jika kembali muncul pertanyaan tentang “Pendidikan apa yang dibutuhkan negara ini?” maka disaat itulah akan banyak beragam jawaban yang bermunculan. Pendidikan adalah kunci yang membuat suatu Bangsa yang berkarakter kuat, pendidikan itu sendiri punya banyak elemen yang dapat dipelajari, cobalah untuk memperluas pola pikir kita mengenai pendidikan, jangan hanya berpikir pendidikan didapatkan dari akademik saja.

Karena bagi saya sendiri, saya mempunyai analogi tentang peranan suatu pendidikan dalam suatu Bangsa. Menurut saya pendidikan adalah suatu pilar pembangun dalam setiap suatu bangunan, dan bangunan itu harus memiliki pondasi yang kuat agar pilar ini pun bisa berdiri tegak. Jika kita langsung memikirkan bagaimana membuat pilar yang kuat tanpa memiki pondasi yang kokoh, bagi saya itu percuma. Pondasi itu sendiri diibaratkan dengan kepercayaan masing-masing orang. Pondasi sudah kokoh, maka pilar akan menjadi kuat, setelah itu semua sudah didapatkan maka hanya tinggal butuh naungan yang mempertegas itu semua, dan naungan itu adalah atap atau saya menyebutnya dengan kesatuan.

Menarik memang untuk mengulas mengenai pendidikan, karena pendidikan seakan bisa menjadi kunci untuk bisa membuka beberapa pintu yang tertutup sehingga menemukan jalan baru, akan tetapi pendidikan juga bisa menjadi bom waktu yang dapat menghancurkan jika penggunaanya tidak bijaksana. Kunci itu sendiri juga hanya bisa digunakan ketika menemukan pintu yang tepat, sungguh luar biasanya pendidikan ini.

Ada beberapa orang yang hanya berpikir jika pendidikan itu akan didapatkan oleh orang-orang yang belajar di pendidikan formal, dan saya adalah salah satu orang yang paling menentang atas sudut pandang sempit ini. Kita bisa belajar dari segala hal dan dari setiap orang, pendidikan tidak hanya didapatkan dari bangunan “beratapkan genteng” saja, pendidikan juga bisa didapatkan dengan hanya “beratapkan langit”. Pengalaman adalah pendidikan termahal yang sangat sulit didapatkan. Mereka hanya akan datang ketika kita mau mencoba hal-hal baru untuk dilakukan.

Pendidikan bisa menjadi kunci kebangkitan suatu bangsa, jika mereka bisa menggunakan pendidikan itu dengan akal yang cerdik. Marilah kita sebagai mahasiswa yang digadang sebagai masa depan bangsa, lebih mengutamakan pendidikan dan membuat segala pelajaran yang telah kita dapatkan  mampu kita terapkan ke dunia dan menghasilkan bukti yang nyata, dan bersama-sama menggunakan pendidikan itu sebagai solusi permasalahan bangsa serta menjadi kunci kebangkitan bangsa.

Oks, Thats all !
Stay allieve and don't forget to breath and blink !

Friday, 12 June 2015

Balik Ke Kandang

Wassup all of freakin, pumpkin, chimbrin ghost reader !
Hidup itu mirip kaya pentas drama dan drama adanya di panggung, panggung dibuat sama petugas peralatan panggung, dan semua petugasnya itu makan nasi… yaudah.

Ooraaaaah ! mungkin kata itulah yang akan gua katakan ketika gua sedang menjalani hari yang berat, gua paling sering teriakin kata itu dikosan pake suara spartan, dan kadang itu ngebantu gua buat ngasih energi tambahan dan menimbulkan hasrat tinggi untuk minum air putih… karena akan membuat sedikit haus.

Beberapa bulan lalu gua abis baca buku yang menarik, dan disitu menjelaskan kenapa jembatan sudirman kontruksinya melingkar-melingkar. Ternyata ini adalah taktik arsitek untuk memperoleh dana besar dalam proyek pembuatan jembatan itu sendiri, dan juga untuk mengurai kemacetan serta menghindari kendaraan memotong jalan dengan berbelok ke arah berlawanan. (Dan ada beberapa alasan konspirasi pemerintah kepada perusahaan pemenang tender proyek, hmmm)

Oyeah..
Mungkin itu kata pertama yang akan gua ucapkan selama gua ada kesempatan buat pulang ke rumah selama ngekost. Maklum, sebagai anak rantau waktu untuk pulang ke rumah itu seperti kendi berisi emas yang ada di ujung pelangi, dan bagai oase di padang gurun. Walau tak jarang, waktu untuk pulang itu banyak yang berkhir dengan fantamorgana.

Entah apa jenis daya tarik ini, beberapa perjalanan pulang gua pernah diwarnai dengan kejadian aneh. Dari beberapa pengalaman itu, banyak yang berakhir dengan unsur menggelikan juga. Yang paling seremnya lagi, banyak peristiwa yang berakhir dengan bertemunya pandangan antara gua dengan…. Laki-laki asing.

Waktu itu di kereta commuter line, gua pernah diliatin sama om-om berwajah sipit sangar yang jidatnya kinclong seakan memantulkan cahaya lampu, mungkin itu alasan kenapa dia menggunakan kacamata berwarna hitam. Awalnya sih biasa aja diliatin, tapi lama-lama aneh juga ketika lo ngecek untuk ngelirik ke om-om itu setelah 10 menit, dan dia masih ngeliatin lo TERUS-MENERUS. Masalahnya dia ngeliatin gua dengan tatapan bengis penuh amarah, dan itu membuat gua sedikit was-was dan berpikir kalo dia adalah salah satu anggota Yakuza yang nyasar ke Indonesia yang bertujuan mengumpulkan anggota baru untuk dijadikan bidak korban dalam peperangan gangster di daerah Jepang. Walaupun ini sedikit dramatis, tapi gua tetep was-was. (mungkin ini efek setelah gua menonton film gangster Jepang).
Berkat pengalaman gua itu, gua jadi punya teori sendiri yang berbunyi “Saling bertemunya pandangan pada angkutan umum merupakan hal lazim, namun jika intensiras pandangan meningkat dan interval untuk waktu bertemunya pandangan semakin singkat, maka ada suatu maksud yang tersembunyi”.
***
Ya begitulah, dari beberapa jenis kendaraan umum yang biasa gua gunakan untuk balik ke kandang, Kereta adalah transportasi terfavorit gua. Karena bagi gua, kereta adalah transportasi umum yang "bercerita", dan yang paling gua seneng ketika naik kereta, gua sering ketemu makhluk fairytale (ini hanya berlaku untuk cewek). Nah, sama cewe fairytale gini sih gua rela buat seing bertemu pandangan, kalo bisa intervalnya singkat.

***

Balik ke kandang adalah hal paling menyenangkan setelah berjibaku dengan tugas-tugas kuliah. Setelah balik ke rumah seakan otak gua habis di klik kanan, refresh,  terus pencet F5. Setiap pulang gua selalu mengecek tudung saji makanan, dan melihat ada makanan bersinar-sinar dan meminta untuk di makan. Maklum, kalau waktu dikosan boro-boro ngecek tudung saji, meja makan aja ngga ada. Setelah itu, gua akan bergegas  untuk membuka kulkas dan menatap setiap makanan di dalamnya dengan mata penuh nanar. Rumah bagaikan tempat untuk perbaikan gizi dan puasa akan makanan yang mengandung banyak mecin.

Ketemu keluarga dirumah juga bagaikan suntikan penyemangat yang membuat gua lebih semangat walau kadang berdecit bagai pengerat dan berdengung seperti hewan ngengat (?). Makan-makan dan makan, itu yang akan gua lakukan ketika berada di rumah. Biasanya, gua sampai di rumah jumat malam, dan jumat malam akan diisi dengan makan-makanan berat. Nah, di malam sabtunya ( bagi gua, menyebut malam ming*u itu tabu selama gua ngga punya pas*ngan) gua akan kembali memanjakan lambung gua dengan makanan-makanan ringan kaya satu loyang martabak bangka, satu loyang martabak telor dan jus alpukat. Gua menjadwalkan setiap bulan minimal satu kali harus memberikan penghormatan terhadap lambung gua, dan bentuk penghormatan itu adalah martabak bangka.

Kebetulan gua nulis postingan disaat gua kelaperan, jadi lambung gua suka bergerutu dan meminta untuk dimanja. Dirumah gua pelahap maut martabaknya tinggal gua sendiri, yang satu lagi kakak gua lagi jauh di Medan. Jadi kadang buat bikin dia panas, gua kasih foto syur martabak yang ditaburin wijen lengkap dengan coklat melting yang diiringi luapan minyak blueband yang sungguh menggoda. Ah, jadi pengen makan martabak bangka.



Tempat martabak bangka favorite dirumah gua ini, sudah sekitar kurang lebih 7 tahun menyediakan makanan luar biasa ini. Dari yang cuman satu cabang, sekarang mereka udah buka banyak cabang. Keunikan tempat jualan martabak ini adalah, mereka menyediakan kupon dimana jika kupon itu sudah sepulah buah, maka bisa ditukarkan dengan satu buah martabak gratis. Dan gua adalah salah satu yang sering tukerin kupon. Tapi emang dasar taktik politik, tukang martabak ini setiap satu tahun sekali selalu memperbaharui tampilan kupon martabaknya, jadinya kupon martabak itu cuman bisa di tukarkan dalam kurun waktu satu tahun aja.

Waktu itu ketika kakak gua yang dari Medan balik ke Bekasi saat liburan semester, dan dia berniat menukarkan kupon martabak  bersama gua. Dan ketika ingin menukarkannya ternyata ada kebijakan baru, yang ngebuat kalau kupon hanya bisa ditukarkan dengan martabak varian rasa termurah. Padahal sebelumnya bisa sampai yang berisi 4 selai (spesial).  Ternyata ada politik juga dalam dunia pemartabakan.

***

Kalo gua ngomongin rumah, emang ngga ada habisnya. Dirumah kadang gua suka nyanyi dan ngajak dirumah biar pada nyanyi, walaupun itu hanya bisa terjadi di hari sabtu dan ngga setiap hari sabtu dalam satu bulan. Tapi, itu adalah saat paling menyenangkan bagi gua. Gua ngga tau kapan ini semua akan berakhir, saat dimana gua dan kakak-kakak gua udah punya keluarga dan urusan masing-masing. Pasti gua akan merindukan kembali saat-saat seperti itu, maka dari itulah bagi gua rumah adalah tempat dimana ada banyak orang yang menyayangi kita dan selalu menunggu kita untuk pulang, apapun yang telah terjadi.

Rumah adalah saksi bisu dimana kebahagiaan, pelajaran, dan kesedihan telah berlangsung. Rumah adalah tempat recharge energy terbaik. Dan rumah adalah tempat terbaik dan ternyaman untuk poop.

That’s all my ghost reader.
“Home is a perfect  place to lay down yourself after every trouble you have faced”
Stay alive and don’t forget to breath and blink.

Sunday, 7 June 2015

Setapak Jalan Eager Andres

Yoo... wassup ghost reader ! ! !
Belakangan ini gua sebagai telor ayam yang lagi banyak kegiatan *sombong dikit* makanya jadi jarang posting. Kalo boleh jujur sih karena ngga ada internet.
So...what ?! who cares !? 
Kali ini, gua mencoba membuat karya sastra imajiner, gua menamakannya sih gitu. Simaklah cerita sastra imajiner dari seonggok daging bernyawa ini.


Siapa yang bisa menyangka apa yang akan terjadi satu jam kedepan ? siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi di hari esok, bulan depan, atau beberapa tahun yang akan datang ? Kita yang hanya sebagai lakon drama di dunia ini hanya mencoba memainkan peran kita masing-masing. Bahkan ada yang coba memerankan peran orang lain demi eksistensi palsu di panggung drama ini. Banyak plot yang seolah susah ditebak dan bahkan menimbulkan jalan baru yang mungkin tak akan bisa diprediksi oleh orang visioner sekalipun.
             
 Aku menjadi salah satu butir pasir dalam jam pasir yang terlarut dalam jalannya waktu, ikut bergerak dan terkadang terlena dengan arus kemana pasir itu akan jatuh. Aku hanyalah salah satu lakon dari antara triliyunan manusia, yang selalu melangkah  dari setiap tapak batu yang tak berujung, dan terkadang menemukan tapak yang terjal atau bahkan tapak yang sangat rapuh. Tapi apa yang aku coba hanyalah terus melangkah tanpa melihat kebelakang, seolah aku takut di lahap oleh bayangan yang mengalahkan cahaya diujung jalan.
  
Mendengar bisikan gelombang suara yang seakan membentuk pesan rahasia untuk dipecahkan, namun bisikan suara itu tidak selalu terdengar jelas ketika aku mencoba menutup telinga. Walaupun terdengar sayu suara itu akan terus terdengar. Itulah yang selalu mencoba menuntunku menemukan tapak pijakan yang kuat yang mampu membuatku tidak takut untuk melompat menggunakan pijakan itu. Dalam perjalananku ini  diwarnai perjumpaan dengan beberapa ahli bintang yang membuatku belajar bagaimana cara membaca langit dan membantuku ke jalan setapak yang benar.

Tidak semua ahli bintang itu baik, tetapi aku yakin segala hal yang buruk selalu terselip pesan yang baik. Aku pun sering melangkah ke jalan yang berbatu yang menuju jurang, akan tetapi aku mungkin beruntung bisa bertemu dengan makhluk leprechaun yang selalu menyediakan pijakan untuk dijadikan jembatan. Mungkin dalam perjalananku aku masih akan banyak bertemu makhluk lain, tetapi drama ini bukanlah dongeng yang selalu berakhir bahagia. Tapi aku selalu berpikir jika ini belum menyentuh suatu wujud bahagia, maka ini bukanlah akhir. Itu semua tergantung bagaimana aku memainkan peranku dan menemukan jalan setapak yang benar… Aku Eager Andres akan terus belajar dalam membaca langit, alam dan menjadi pendengar bisikan itu.

Salamku, Eager Andres...

Friday, 22 May 2015

Gelabah Fever

Hoseh…hosh…hosa
How do you do ?
Beberapa hari belakangan perut gua sering terasa mules, tapi gua tenang… karena ini bukan bagian gejala dari PMS.
Mungkin sekarang ini gua lagi memasuki fase maturity paling abstrak (bukan PMS karena gua cowo).  Karena disuatu saat gua bisa semangat (bahkan overhyped), disuatu waktu gua merasa “mati”. Bahkan untuk ngelakuin hal yang gua suka pun bisa ngga ada semangatnya. Setelah gua berpikir panjang, dan melakukan observasi, interpretasi, dan aplikasi, gua tau kalo gua sedang memasuki fase maturity yang gua namakan dengan “fase gelabah” atau bisa disebut gelabah fever.

(pic by danny)

Oiya, gua baru tau kalo ada jus alpukat rasa kerang rebus, apa ini karena fase gelabah ?

Gelabah…kata ini mungkin adalah mendeskripsian yang tepat untuk gua saat ini. Hmm..jadi lo gatau gelabah ? gelabah itu adalah kata sifat yang menjelaskan kecemasan, karena gua pengen keliatan lebih cerdas dikit, jadi gua pake kata gelabah. Lagian kata ini lebih universal, dan gua memikirkan orang-orang yang cadel. (so wat ?!)

Sekarang ini gua lagi parah-parahnya ditahap ini, contohnya aja pas lagi gua naik bis dan lagi tidur pangeran, eh tiba-tiba ada peri poop dateng dan melepaskan panah mulesnya yang langsung menancap dengan indah di tubuh gua. Seketika itu pula gua langsung mules, dan tersadar bahwa gua masih dalam perjalanan di bis dan ngga ada wc, maka timbulah kegelabahan yang sungguh luar biasa. Ditambah orang disamping gua  tanpa alasan yang jelas menngocok-ngocok botol minuman dengan binal.

Emang kampret si gelabah ini, dia suka dateng dan memperburuk suasana. Ngga berhenti cuman disitu, setelah gua interpretasikan, mungkin ada penyakit yang bernama gelabah fever. Berdasarkan observasi yang ngga berguna, gua mendapatkan hasil yang membuktikan kalau gelabah fever itu benar adanya, dan beberapa tahap gejalanya adalah :
1.       Merasa angin yang bertiup sungguh lambat (biarpun dalam keadaan hujan badai)
2.       Setiap berkaca ngga ada ekspresi
3.       Sering menghela napas dengan panjang (biasanya diiringi dengan kedipan mata saat menghela napas)
4.       Memutar lagu ballad / slow beat
5.       Sering Flashback (flashback  peristiwa menyenangkan dan terkesan membandingkan dengan keadaan sekarang)
Jika kalian sudah mengalami 5 tahapan gejala tersebut, sudah dipastikan kalau kalian kena penyakit gelabah fever. Masih menjadi misteri bagi gua untuk menemukan cara menyembuhkannya.

Gelabah fever ini makin menjadi, bahkan gua jadi merasa cemas tanpa alasan yang jelas. Emang sih, beda tipis sama orang yang dibawah pengaruh pengaruh psikopaprika, eh.. psikotropika maksudnya. Ini bahkan muncul ketika gua lupa membawa kacamata. Kebetulan kosan gua itu ada di lantai 2 dan ketika gua udah turun tangga, eh baru sadar kalau gua lupa membawa kacamata. Dipikiran gua saat itu kaya ada dua orang yang membisikan hal yang bertentangan, yang satu mengatakan “udah sih ngga usah bawa kacamata, kosan lo ngga bakal pindah ini”, namun yang satunya lagi mengatakan “ambil aja kacamatanya, belom jauh ini dari kosan”. Mulut gua hanya ternganga dan bingung, dan gua udah naik- turun dua anak tangga sebanyak tiga kali selama terjadi pergulatan psikis di pikiran gua sendiri. Ibu kosan yang ngeliat tingkah gua cuman bingung… dengan mulut ternganga juga.

***

Kegelabahan ini ngga berhenti disitu, ada waktunya gua bener-bener mencemaskan hal-hal yang ngga penting sekalipun. Sebagai salah satu mahasiswa di bidang exact, laporan telah menjadi sahabat yang paling menyebalkan bagi diri gua sendiri. Jadi waktu itu adalah hari rabu, dan di hari itu gua ada mata kuliah praktikum. Laporan gua sih udah rampung, tapi cuman gara-gara gua lupa print cover laporan, badan gua langsung panas dingin kaya orang kebelet poop 2 jam. Padahal waktu pengumpulan laporan itu sendiri masih ada dua jam. Menurut gua gelabah fever ini akan menyerang saraf motorik secara langsung, karena selama gua kena penyakit ini badan gua selalu gemeteran, gua ngerasa kaya umur badan gua ini udah 70 tahun.
***
Di minggu itu pun gua pernah dihadapkan sama dua pilihan yang harus gua ambil, dan pilihan ini menjadi salah satu pilihan terberat dalam kehidupan gua. Karena pilihan yang akan gua ambil akan mempengaruhi kondisi hubungan seseorang dalam jangka waktu yang panjang. Ini adalah fase tersulit yang pastinya akan diahadapin sama semua orang yang lagi menuju kedewasaan, sebagai seorang pria gua harus mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Dan beruntung bagi gua karena pilihan yang udah gua ambil itu telah memperbaiki situasi dan kondisi. Ini adalah klimaks dari gelabah fever yang telah gua derita selama satu minggu penuh.

Tapi berkat gelabah fever yang gua derita selama satu minggu, gua jadi bisa berpikir lebih tenang dan jernih. Kehidupan emang selalu dipenuhi perasaan gelabah atau cemas dan itu normal. Karena kalau ngga ada perasaan gelabah atau cemas, itu berarti hidup lo tidak penuh pertimbangan. Emang ada kalanya kalian dipertemukan beberapa pilihan yang ngebuat lo jadi cemas satu hari penuh atau bahkan lebih dari sehari, dan bisa jadi sampe 7 season kaya sinetron cinta fitri. Tapi setelah kalian menggunakan kecemasan itu untuk berfikir lebih hati-hati dan penuh perhitungan, maka keputusan yang kalian ambil nantinya akan menjadi keputusan terbaik.

Oiya, gua nemuin quotes menarik yang gua dapet dari RU bmb (sensor) temen gua. Kebetulan quotesnya sesuai dengan apa yag gua bahas. Quotes ini berasal dari salah satu sastrawan yang mendunia “Hidup itu seperti dongeng yang diceritakan oleh orang idiot, penuh suara, dan tak menandakan apa-apa” –William Shakespeare
Berat kan bahasanya si shakespeare ? mungkin butuh pertapaan 7 hari 7 malam 3 koprol untuk memahaminya.

Mungkin cuman itu yang bisa gua share dari pengalaman gua selama kena gelabah fever, kalau kalian udah kena gejalanya, nikmatin aja.

Don’t forget to breath and blink
Cheers !

Friday, 15 May 2015

Kutukan E.O

HEEEEEJAAAAAAAAA …..Aloha ghost reader.
Mungkin kali ini gua bakal bahas tentang sudut padang gua terhadap anakan organisasi (panitia). Dengan menggunakan pemahaman sekelas bintang laut yang berdasarkan teori semu dari observasi  terhadap “queer” tapir jantan. Oiya, buat yang ngga tau tapir itu apa, ini foto dari tapir :
Kulitnya belang gitu karena ancestor (buyutnya) suka pake bb krim thailand. Tapi karena buyutnya salah baca prosedur pemakaian, jadinya malah pake krimnya dibadan. makanya malah badannya yang lebih putih dari mukanya. Gosipnya sih gitu, menurut narasumber yang difoto ini.

Kembali ke topik...
Sigh…sigh..ssiiiiiiggghhhh…..

Sigh…., satu lagi kenyataan pahit yang harus gua akui..
Gua emang ngga cocok jadi event organizer, dari dulu setiap mau bikin kegiatan pasti berakhir rancu. Mulai dari pengen buat kegitatan tanding sepak bola SMP komplek, eh yang ada malah jadi tanding bola kasti buat anak SD. Dulu juga pernah disuruh anak komplek buat ngumpulin masa untuk main futsal, ehhh.. setelah gua kumpulin massanya malah jadinya main bulutangkis di lapangan deket rumah. Emang bener, gua ngga cocok jadi event organizer.

Mungkin itu jadi alasan gua kenapa gua paling nolak buat direkrut jadi susunan kepanitiaan, bukan karena gua ngga mau, tapi gua takut kalau acaranya malah terjadi anomali. Padahal seru tuh kalau jadi E.O., soalnya namanya dari bahasa inggris. Waktu kecil selalu mikir yang namanya E.O. pasti pake baju tuxedo hitam dengan rambut belah pinggir klmis lengkap dengan tampang yang bersahaja. Tapi mau dikata apalagi, tampang gua lebih mirip pelari yang doping pake lem aibon, ngga ada bersahajanya.

Sifat gua yang selalu menghindar dari kepanitiaan acara dianggap orang karena gua orangnya sombong dan intovert. Y PEOPLE ALWAYS THINKING LIKE THAT !? mereka ngga tau aja alasan gua yang sebenarnya, selama ini gua selalu mencari alasan yang masuk akal untuk menghindar, ngga mungkin kan gua bilang ‘tidak, gua tidak bisa menjadi panitia acara, gua kena kutukan !’. Maka fadilah pribadi gua yang lebih memilih untuk meramaikan acara, dibanding menyusun acara.

****
Sulit bagi orang lain memahami bagaimana pola pikir dan cara hidup gua, gua aja kadang susah buat tau pola pikir gua. Gua pernah mencoba buat ngebohongin otak gua sendiri, tapi ternyata itu sulit. Emang cuman hati sama otak doang yang ngga bisa diboongin (heeejaaaa !). 

80% orang yang mengenal gua di awal, pasti mikir gua orangnya sombong,keras dan dingin kaya nasi basi. Waktu jaman SMA aja ada temen gua yang bingung sama sifat asli gua yang mana, kalo dibilang sih waktu kelas 1 SMA itu gua prilakunya normal, dan hanya segelintir orang yang tau sifat anomali gua. Mereka taunya dulu gua itu anak baik-baik yang selalu dalam rumah dan penurut. Dan temen gua yang udah sifat asli gua paling menentang orang-orang yang beranggapan kaya gitu untuk sadar akan sifat asli gua, gua sih seneng-seneng aja dianggap gitu, kan jadi ngga dicurigain orang. *evil laugh*

Acara itu memang butuh panitia dalam penyelenggaraanya, tapi lebih baik gua jadi pilihan terakhir kalau disuruh buat jadi panitia. Apa jadinya kalau gua nantinya dijadiin panitia acara wisuda ? jangan-jangan acaranya malah berubah jadi pernikahan massal.

Emang ya, semua kerjaan kalo di bahasa inggirisin jadi lebih keren, misalkan lo seorang penjual makanan pecel lele, dan lo yang bertugas masak, maka lo akan dipanggil chef pecel lele. (seolah-olah naik tingkat). Bahasa inggris juga bisa buat pekerjaan yang kita lakoni bakal jadi lebih mengerikan dan terdengar serem. Kaya ada seorang atlit gulat dari amerika, namanya “undertaker”. Kalo yang merasa cowo, pasti tau siapa si undertaker ini. Tapi lo sendiri tau ngga apa arti dari undertaker ? kalo diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, bakalan ngga ada seremnya, malahan levelnya jadi turun drastis.

Coba lo bayangin saat si Undertaker dateng ke Indonesia dan berantem sama agung hercules, terus pas di ring dipanggil “Ya, marilah kita sambut The Undertaker atau disebut SI TUKANG JAGA KUBUR !”. fak banget kan ?! nanti kalo undertaker dateng ke Indonesia, dia bukan pake coat item, tapi pake kaos oblong putih dengan baju penuh berlumuran tanah.

Nah, yang barusan cuman salah satu intermezo useless. Jangan dipikirin, jangan terlalu serius. Sepertinya mulai dari sekarang gua harus membaca buku pedoman menjadi panitia dengan pola pikir yang sewajarnya, karena ngga mungkin selamanya gua selalu menolak untuk menjadi panitia.

Gua dapet quotes bagus setelah menonton film anime Shingeki No Kyojin, kebetulan yang ngomong adalah tokoh favorit gua di anime itu, dia adalah Rivaille. Kurang lebih kaya gini “Kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya sebelum mencoba. Karena penyesalan hanya akan muncul karena kita tidak mau mencobanya…” -Rivaille (Shingeki No Kyojin)

Oke, that’s all for now… thanks for reading this post, all ghost reader !
Don’t forget to breath and blinking !
Do Svidanya fella !!

Friday, 1 May 2015

Ditawarin Iklan Terbang

Wassupp ghost readeaaahh  ! ! !
Do………do,do,do…..do,do,do….do……….
Hmmm…apa cuman gua yang susah buat tidur pas siang hari, walaupun mata maunya merem tapi badan mau gerak. Mungkin itu menjadi penyebab kenapa mata ini selalu terlihat seperti operator warnet.

Blog, blog,blog, Situs ini menurut gua punya fungsi yang banyak, situs yang memberikan lapak luas tak terbatas, tanpa uang sewa bagi semua penulis gadungan kaya gua. Blog itu sebenarnya bisa digunakan untuk berbagi informasi atau menceritakan hal-hal menarik yang bisa dibagikan. Dan gua memilih untuk melakukan keduanya, membagikan informasi tentang pengalaman gua dalam kehidupan ini demi mencari jalan keluar dari dalam cangkang telur.

Ada beberapa orang yang mulai menanyakan “aliran blog lo apa jor?”, karena gua bukanlah tipe basa-basi gua langsung jawab dengan ketus “muat cerita-cerita sesat… tapi tenang aja, gua ngga copy link download orang buat dapet duit dari ad.fly”. Tiba-tiba temen tertunduk lesu dengan sedikit mengerutkan dahinya. Setelah gua liat blognya, ternyata tanpa sengaja gua menyindir dia, dan terjadilah kesunyian pas lagi ngecek blog temen gua itu.

Setelah beberapa tahun main blog dengan tampilan seadanya, dan layout blog yang ngga pernah diganti dari awal, gua semakin tertarik untuk memperbaiki tampilan blog gua. Waktu itu ketika malam hari gua lagi nulis-nulis asal di stilus (nama laptop gua), tiba-tiba notification bmb (disamarkan) gua berbunyi, sejenak gua cuekin, karena palingan kalau ngga broadcast minta diinvite palingan juga nawarin produk buat dibeli. Setelah beberapa menit notif itu berbunyi, gua ngambil hp gua sambil bergumam *semoga bukan broadcast nawarin ginjal*, ketika gua buka bener aja ternyata ada beberapa broadcast yang isinya mulai dari  nawarin beli tv 21” inch sampe sarung tangan yang warnanya kaya rainbow cake, buset dah lama-lama nanti ada yang broadcast jualan penggunting kuku kucing/roll bulu kaki juga. Semenjak lulus SMA temen gua banyak yang jadi bisnis…. Broadcast. Tapi biar gimana juga mereka udah mau usaha.

Dari beberapa pesan yang masuk, ternyata ada pesan beneran yang emang dituju ke gua, ternyata itu pesan dari temen gua yang juga main blog, dan di pesan itu dia bilang “woy, jor lo juga punya blog ternyata ?”. *intermezo dikit : semenjak nonton acara tv mancing maniak (disamarkan) setiap gua dipanggil dengan nama jor, gua selalu berpikir kalau gua adalah joran pancing* Langsung aja gua jawab, “yoi, ngape?”.
Temen gua ini balesnya semangat banget dia langsung membalas pesan gua tadi, “ooh, gua juga punya jor, udah berapa visitor lo?”. Gua bingung kenapa temen gua nanyain visitor blog gua, apa jangan-jangan dia anggota sensus visitor blog, gua ngga ngerti. Gua menjawab dengan santai “baru ratusan, buat beli brownies imitasi di warung juga ngga cukup, kenapa ? emang lo berapa ?”. Teman gua masih jawab cepat “ooh, nanya doang. Visitor gua sih udah 14rb lebih”. Dia masih melanjutkan pesannya “lo mau ngehasilin duit ngga, bikin ad.fly aja biar bisa ngasilin duit kaya gua”. Gua menjawab “haha, ngga tertarik gua bikin iklan gitu di blog, ntar blog gua rame sama banner kaya minimarket baru buka”. Dan akhirnya gua malah jadi bmb an sama cowo untuk beberapa menit. Dan itu adalah beberapa menit yang ngga penting dalam hidup gua.

***
Blog juga ngga jarang jadi tempat orang untuk menyalurkan cerita kehidupan sehari-harinya dan sekarang lebih mirip diary digital yang online. Tapi gua kasih tau sama lo semua tentang jenis- jenis penulis blog, versi gua sendiri. Berikut varietas-varietasnya :
  1. Blogger kuburan : blogger jenis ini adalah blogger yang paling jarang memperbaharui postingannya, dan tak jarang ketika kita berkunjung ke blognya ditemukan beberapa fosil dan sarang laba-laba.
  2. Blogger ngidol : blogger yang satu ini banyak ditemuin zaman sekarang, ditambah lagi karena sempat ada wabah hallyu wave Korea membuat banyak blogger memilih jalur untuk mengabdikan dirinya untuk memuat sekumpulan informasi mengenai artis yang mereka idolakan, mulai dari foto di bandara, sampai foto teaser mereka dan tak jarang ada yang memuat biodata lengkap sampai “fact-fact” unik si artis yang sebenarnya keasliannya masih diragukan. 
  3.  Blogger copas : wah ini yang bahaya, ada banyak blogger yang menempuh jalur hitam ini demi menunjang visitor blognya. Mereka mengcopas postingan orang lain, yang dimana postingan itu memiliki informasi yang baik dan lengkap. Desas-desusnya ada beberapa blogger yang mengcopas link download (re-link) orang lain dan meletakannya di akun ad.fly mereka demi keuntungan semata, tanpa memberikan kredit sedikitpun pada si pemilik link asli. Sungguh hina.
  4. Blogger absurd  : nah, dari beberapa varietas, gua rasa gua menempuh jalan ini. Karena blogger jenis ini menurut gua paling jujur dan apa adanya, mereka suka menulis apapun yang mereka pikirkan tanpa memperhatikan perkembangan zaman di dunia blog. Memposting segala cerita dari yang penting sampai yang ngga berguna sekalipun, yang penting punya kepuasan batin sendiri. (blogger jenis ini dikenal agak moody dan punya banyak sisi tak terjelaskan.
  5. Blogger spoiler : jenis ini yang paling ngga gua suka, kenapa ? karena mereka hobinya spoiler film-film yang mereka muat link downloadnya. Okelah jika mereka menceritakan sinopsisnya, tapi kalau mereka menceritakan akhir ceritanya kan kampret ! ! !
  6. Blogger cendekiawan : kalau dari baca jenisnya aja pasti udah ketebak bagaimana postingan blogger jenis ini. Mereka sungguh cendekiawan dan memuat full pelajaran, dan mereka adalah orang-orang berjasa dibalik makalah yang dicopas oleh setiap pelajar di Indonesia. #Respect
  7. Blogger gamer : widih, blogger yang satu ini memang sudah jalan hidupnya untuk bermesraan dengan game, mereka mengabdikan dirinya penuh terhadap game, mereka hanya memposting semua tentang game. Mulai dari game konsole, sampai game pc. Dan mitosnya baik bloggernya maupun mereka yang berkunjung ke blog itu memiliki presentase jomblo 72,5 %.

Tapi tanpa mengurangi segala hormat, setiap blogger pasti punya cirinya masing-masing, dan gua sebagai blogger akan terus menjunjung tinggi etika pemblogan. Ngomong-ngomong ada satu pertanyaan yang timbul dalam benak gua. Kenapa link ad.fly ada lebahnya ? kan arti fly sendiri itu lebih ke lalat bukan ke lebah ? hmmm….

Gua ada tantangan bagi kalian untuk mencoba membaca tulisan dibawah ini dengan bersuara, just try !
Okoloh kolo bogoto sompo sono ojo postongon ono borokhor . (ngape bibir lo pake manyun-manyun ?)
Satu pesan dari gua, do not forget to breath and blink !