Friday, 28 August 2015

800 rupiah dan Hantu Parkiran

Welcome my new ghost reader !
Loha, colombia, Brazil ! ordem el progresso !
Makin banyak turis asing, ada Taiwan pula,... F4 !
Oks, wasssuuup ghost reader ! How is your day ?
Hari ini cuacanya bagus, cukup bagus untuk merenung akan seseorang yang seolah menggoreskan memori berkesan dalam pikiran, bayangannya datang seperti angin. Tiba-tiba ada namun keberadaanya sungguh fana... oh tukang parkir.

Hmm... ternyata ramah atau asiknya tukang parkir bisa diliat dari apa yang kita kasih ke mereka. Misalkan beberapa waktu lalu ketika gua lagi ambil motor dari parkiran, gua tadinya ngga liat ada tukang parkir disana, ataupun segala jenis makhluk bernapas. Ketika gua parkir motor ngga ada orang, giliran pas mau ngambil motor udah ada sesosok pria berjaket hijau stabilo lengkap dengan uang receh di tanggannya, seolah siap untuk memberikan uang kembalian sebanyak apapun. Ya, mereka adalah tukang parkir, atau bisa disebut juga hantu parkiran. *ngiiiiiiing* (suara horor)

Waktu itu siang hari, gua melihat jam arloji hitam gua dan jarum jam menunjukan pukul dua siang tepat. Waktu dimana titik matahari terdekat dengan bumi, panas teriknya cukup membuat kepala jadi bau gosong. Di saat-saat inilah es cendol yang berembun terlihat sangat binal dan seksi karena keringat mereka. 
Ketika itu gua pergi membeli minuman dingin di salah satu minimarket kesukaan keluarga, alfamart. Gua pergi kesana untuk mencari minuman vitamin C kesukaan gua. Gua waktu itu lagi males jalan  dan dengan alibi pengen bawa badak besi gua jalan-jalan, soalnya selama gua ngekost gua jarang bertemu peliharaan gua ini.

Setelah gua ngambil banyak makanan di alfamart, yang bisa kebayar cuman minuman vitamin c favorit gua doang. Setelah gua bayar gua pun keluar dari alfamart. Lalu, gua berhenti sejenak depan pintu, untuk mencari kunci motor, di saku celana sebelah kanan gua. Baru sejenak gua merunduk, ketika gua hendak berjalan ke motor, disana udah berdiri sesosok pria berjaket identitas "Penjaga Parkir".

Sontak gua kaget ngeliat dia, gua bingung darimana asalnya dia dateng, padahal tadi sepi. Adegan ini seperti ada sepasang orang dari pinggiran Texas yang ingin melakukan duel pistol. Gua masih berdiri depan pintu alfamart, tukang parkir ini menepuk-nepuk uang kertas recehan di tangannya, dan ada seorang anak yang lagi duduk sambil ngemut permen lolipop.

Gua berjalan dengan gagah ke motor, sambil sedikit mengernyitkan kedua alis biar keliatan beringas. Dan tiba-tiba hantu ini langsung sok akrab, "mari mas (nada lembut)... ayo ayo mundur mas (agak teriak)" sambil narik bagian belakang jok motor. Heboh bener ini tukang parkir, dan gua berkata "ga usah pak, saya bisa sendiri" sambil tersenyum maksa. Dia jawab "udah gapapa mas, saya tarikin (nada rendah)...ayo ayo mundur mas (nada tinggi)", gua jawab lagi "udah ga usah pak makasih". Dan terjadilah tawar menawar tidak penting antara gua dan tukang parkir selama beberapa menit.

Setelah terjadi tawar menawar akhirnya gua menang, dan gua yang waktu itu ngga punya recehan cukup hanya bisa melihat recehan 800 ratus rupiah dari saku gua dengan penuh nanar. Lalu ketika dia gua menoleh ke arah tukang parkir, dia langsung tersenyum. Lalu, gua kembali liat recehan di saku gua. Dan gua balik liat lagi wajah tukang parkir. Kemudian, Itu terjadi secara berulang-ulang.

Gua pun mengulur waktu menunggu tukang parkir itu pergi dengan menghitung debu yïang ada di kaca spion motor gua. Setelah puas ngitung, ternyata gua masih ditungguin aja. Dengan berat hati gua harus menjalankan rencana b "pura-pura jadi moto gp". Gua menyalakan motor gua, sambil ngegeber-geber biar meyakinkan aura moto gp. Sebelum gas motor turun, gua langsung menghentakan kaki gua di pedal gigi, dan ngegas motor dalam keadan seperlapan jumping kebelakang. Atau dengan kata lain gua kabur...

Sepanjang jalan, gua hanya berucap "maafkan orang dengan uang 800 ratus rupiah di saku yang ngga bayar parkir ilegal ini". Setelah kejadian itu, 7 bulan gua ngga pernah ke alfarmart itu. Satu tips dari gua, jangan pernah lakukan rencana b gua kalo di saku lo ada uang lebih dari 2 ribu rupiah.

Semenjak saat itu gua selalu bawa uang lebih dari 5 ribu kalo mau parkir dimanapun. Saran gua, emang terkadang sedikit mengganggu sama yang namanya hantu parkiran, tapi nyokap gua pernah berkata "kewajiban kita itu cuman sampai ngebantu ngasih uang ke dia, kalo soal penggunaannya itu terserah mereka". Emang, nyokap gua paling jago bikin bolu... eh, bikin kata-kata emas maksutnya. 

Jadi, kalo emang kadang kita berpikir negatif sama tukang parkir atau berkata dalam hati "enak amat kerjaannya, nongkrongin motor eh, dapet duit" lebih baik kita hentikan itu. Kewajiban kita hanya cukup "memberi" pada mereka dengan niat  baik *azzzieeeeaaak*. Tapi liat-liat juga pas ngasih uangnya, kalo ngasihnya sambil merem entar dikira sombong sama tukang parkirnya.


That's all my ghost reader !
Oks, don't forget to breath and blink, stay allive !

Monday, 24 August 2015

Farewell Breeze

Farewell message…
Salam perpisahan. Waktu memang berlalu begitu cepat, terkadang keberadaan seseorang terasa lebih berharga ketika mereka sudah tidak ada. Menyebalkan memang, untuk berpisah. Tapi tanpa berpisah, kita tidak akan tahu betapa berharganya suatu pertemuan dan pengalaman yang telah dilalui.

Angin berhembus tenang, setiap hembusannya menyentuh jengkal demi jengkal tubuh ini. Hembusannya seakan membisikan pesan yang tak bisa dinyatakan melalui perkataan. Hembusannya seperti membawa beberapa klip memori abstrak yang terlintas begitu saja. Seakan menandakan bahwa waktu yang telah dimiliki bukanlah yang harus dilalui. Sulit…

***

Summer breeze…
Begitulah gambaran suatu perpisahan bagi gua, suasana paling menyebalkan yang tak akan mampu terhindarkan. Angin yang menandakan bahwa sudah waktunya beranjak dari musim yang dingin ke musim panas. Mengenang beberapa waktu yang tidak akan mungkin kembali lagi.

Dari setiap pertemuan dan perpisahan pastilah merupakan bagian dari suatu keputusan. Penyesalan, kesedihan dan kebahagiaan adalah bagian dari suatu keputusan yang telah di lakukan. Keputusan, juga menjadi bagian epilog dalam setiap perpisahan yang telah dinyatakan.

Menyebalkan memang, untuk merasa seperti kucing yang sebelumnya seakan sudah menemukan rumah untuk meminta makan akan tetapi, merasakan hal lain yang janggal, yang memaksanya untuk pergi dari rumah itu. Walaupun sudah merasakan suatu keteduhan yang nyaman.

Pertemuan memang tidak selalu menyenangkan, tetapi tak jarang pertemuan itu memiliki bagian dalam kebahagiaan yang nantinya akan dirasakan. Gua sadar, bahwa pertemuan adalah awal dari suatu prolog cerita yang akan menjadi awal jalannya kita untuk berjumpa dengan perpisahan. Karena bagi gua, setiap yang dipertemukan pasti akan dipisahkan baik itu cepat ataupun lambat, baik itu berakhir dengan kebahagiaan ataupun kesedihan. Perpisahan juga menjadi tanda atas kasihNya.

Setiap hal yang telah dilalui bersama, dimulai dari kebahagiaan sampai kesedihan, atau momen-momen sulit pasti akan menjadi sekelumit cerita yang tersimpan dengan baik. Yang pada nantinya akan kembali dibuka ketika kita ingin memutar kembali cerita itu dalam pikiran kita, untuk menyatakan emosi dari setiap memori yang telah dilalui.

Yap, tetapi hidup harus terus berjalan. Walaupun sudah berpisah, mungkin ditempat-tempat yang baru kita akan berjumapa lagi pertemuan-pertemuan lainnya. Semoga angin ini bukan menjadi kesedihan karena perpisahan, tetapi menjadi angin yang akan membawa ke permulaan yang baru tanpa melupakan hal yang dahulu.

Special thanks for all people I have meet before.
Semoga, pada waktunya nanti kita akan melalui pertemuan itu lagi. Stay allive.

Wednesday, 19 August 2015

Motel Harpitnas

Yo... wassup all ghost reader ?!!
HAVE YOU EARN SOME HAPPINESS TODAY ?
Mungkin, postingan kali ini bisa sedikit kasih kebahagiaan. Bahahaha

Saat ini, gua mau bercerita tentang pengalaman gua di tempat asing. Pengalaman gua ini masih dalam Provinsi Banten. Provinsi yang menjadi tempat inkubator gua. Karena, gua ingin mencoba lebih mengenal provinsi yang terkenal dengan debusnya ini, gua akan mencoba menjelajahi beberapa daerah di provinsi ini. Tiding, ding, ding, cessss..(nadanya sesuka kalian)


Ketika itu hari Senin tanggal 1 Juni 2015, salah satu hari dalam kalender yang menjadi hari kejepit nasional, karena hari selasanya tanggal 2 Juni adalah tanggal merah ( hari raya waisak ). Sebagai mahasiswa yang baik dan tau diri, tadinya gua ngga ada niatan buat bolos kuliah sedikitpun. Tapi godaan itu selalu ada, dan niat itu perlahan-lahan muncul walau gua selalu lawan dengan tenaga dalam.

Dari hari itu gua belajar sesuatu untuk jangan pernah meragukan pengelihatan visioner nyokap gua. Nyokap gua sebelumnya udah meyuruh gua untuk kembali ke rumah. Dan gua bersikeras untuk ngga pulang, karena gua masih menunggu 1 mata kuliah sore di hari senin, dan nyatanya mata kuliah sore yang gua tunggu-tunggu diliburkan secara sepihak. Dosen itu memang luar biasa, gua jadi punya teori seperti ini "Dosen selalu benar, cewe ngga pernah salah. Jadi, kalo dosen lo cewe, kelar hidup lo.". Dan dosen gua yang meliburkan mata kuliah ini adalah cewe, jadi...yasudahlah.

Gua berpikir, akan tanggung sekali kalau gua harus balik ke rumah yang berada nun jauh di ufuk timur, apalagi harus melewati jalur kesabaran ( Tol Tomang-Slipi) yang menganut konsep jalan tol padat mengesot. Setelah gua berjibaku dengan penyesalan luar dalam, akhirnya temen gua menelpon gua dan memberikan usulan yang bijak (saat itu). Dia mengusulkan untuk pergi ke rumah temen gua di Tangerang. Oh iya, baru beberapa waktu yang lalu gua sadar kalo Tangerang huruf "g"nya ngga double, gua kira selama ini nulisnya Tanggerang.

***

Gua akhirnya pergi ke rumah temen gua yang di Tangerang, sebut saja dia bob. Gua pergi kerumahnya dengan menumpang salah satu mobil temen gua, di dalam mobil itu hanya gualah orang asing ( bukan berasal dari Tangerang ). Dalam mobil ini ada 5 orang, demi menjaga privasi mereka masing-masing namanya akan disamarkan, dimulai dari barisan depan ada Raja, dan Haha. Untuk bagian tengah ada gua, Bob, sama Bib, dan  dalam perjalanan itu tetep bertemu dengan kemacetan di tol, dan gua menemukan sedikit perbedaan di tol ini. Sepanjanng jalan menuju gardu keluar tol ada penjual tahu (lagi). Penjual tahu di jalan tol ini berbaris dengan pose yang berbeda-beda dan menunjukan pose bak model di cat walk. Tapi bedanya, semua model ini pegang barang dagangan tahu mereka masing-masing, dan menjajakannya dengan geliat yang berbeda-beda.

Setelah melewati barisan model tahu itu, akhirnya mobil yang tumpangi ini keluar dari tol. Dan gua bersama Bob, siap turun dari mobil ini. Setelah gua turun bersama bob dari mobil si Raja, kita dijemput sama nyokap si Bob. Dan, rumah si Bob pun nampaknya akan menjadi tempat menginap gua untuk semalem dan gua menamakannya motel harpitnas. Gua menamakannya begitu, karena gua menginap di hari kejepit nasional.

Setelah nyokap si Bob datang, gua pun naik kemobilnya. Ternyata harus menempuh jalan yang cukup memakan waktu, dan melewati jalur-jalur rumit. Gua yakin, skill menyetir nyokap temen gua ini termasuk hebat, butuh jiwa, raga, dan skill menyetir yang mumpuni untuk melewati jalur ini dengan mobil. 

Singkat cerita gua akhirnya sampai, dan hanya di tempat inilah jam tidur gua paling sehat dari beberapa tempat yang pernah gua jadikan untuk bermalam. Gua bukan baru sekali melakukan ekspedisi bertahan hidup ini, gua udah beberapa kali menginap di beberapa rumah temen gua. Bagi gua dengan mencoba berada di lingkungan asing, akan menambah jiwa adaptasi gua. Terhitung dari gua lahir sampai gua posting ini sudah ada 1...2...3..7... hmmm 3 rumah temen gua yang udah gua jadikan tempat menginap.

Dirumah ini, jumlah tangganya genap, kalo ngga genap berarti ganjil, jadi apa urusannya ? ngga ada. 

***

Keesokan paginya temen gua memberikan usulan untuk menonton di salah satu mall di Tangerang, dan gua menerima usulannya. Tapi dia ngga tau mau nonton apa, Bob pun menyuruh gua untuk mencari film yang bagus. Kebetulan, gua adalah penyuka film action dan komedi ataupun kompilasi keduanya. Jadi, gua mengusulkan untuk nonton film horor Tarot. Alasannya simpel gua merekomendasikan film ini, karena yang main filmnya adalah Shandy Aulia, gua seneng ngeliat di senyum, soal jalan ceritanya mah gua ngga terlalu peduli.

Ternyata, di film ini Shandy Aulia nya ngga banyak senyum, lebih buruknya lagi, ternyata Shandynya yang jadi setan, sial. Sepanjang film horor ini berjalan gua cuman kaget 2 kali, pertama gua kaget karena ada musik yang tiba-tiba muncul dari hp gua dan ternyata itu cuman alarm, dan yang kedua gua kaget gara-gara orang yang duduk di sebelah kanan bawah gua loncat dari kursinya sambil menaikan kedua kakinya, gua ikutan kaget karena gua kirain ada komodo masuk ke studio film. Dan yang gua inget dari film ini adalah soundtrack yang dinyanyiin Boy William - I don't know, udah gitu aja, seru banget kan pengalaman gua !

Oks, salah satu kedataran yang gua alami ketika menonton film horor.
Jadi begitulah, yaudah.
....................................................................krik.

So, Thats all my ghost reader.
Thanks for wasting your time again with this u-s-e-l-e-s-s posting
Do not forget to breath and blink.

Saturday, 15 August 2015

Chocoballs Sopan

Wassup, uhhh
wassup, ahhh
Ghossup ! wassuuuup ghost rid rid readaahhh!
It's weekend, saturday !
Padahal kemaren baru hari jumat, sekarang udah hari sabtu aja !
How is your life ?

Oh susu... kalian memiliki rasa hebat
ada yang cokelat dan warna putih
engkau adalah susu cokelat dan susu putih
bahkan ada yang warnanya pink..
tapi tidak disebut susu pink...
oh susu, jika kau berwarna merah...
pasti kau adalah susu merah...

Ya, sebagai permintaan maaf gua, dan sebagai pengembalian rating blog, gua akan kasih dua postingan minggu ini. Kali ini gua bukan mau bahas tentang susu. Periode sekarang-sekarang ini adalah periode banyak mahasiswa baru, periode banyak anak SMA yang ngerasa keren setengah mampus karena punya predikat baru sebagai anak kuliahan. merasa akan menemukan kisah yang sama seperti di ftv. padahal kisah yang lebih kalian akan temui nantinya adalah kisah thriller, setiap malam akan berjibaku dengan laporan (untuk exact), atau tugas lainnya. 

Bahkan jika melewati beberapa kosan mahasiswa lain terkadang terdengar jeritan dan seru deru berontak karena menghadapi tugas-tugas. Kaya gua misalnya, kadang gua suka berhalusinansi seakan tugas-tugas itu mengintimidasi gua dengan bahasa mereka yang tidak gua mengerti. MEREKA HIDUP, MEREKA SERING MENGHANTUI, BAHKAN MEREKA TERKADANG SUKA DATANG KEPIKIRANMU ! Jadi, untuk mahasiswa baru, nikmatin aja, ikutin aja alurnya, tapi jangan sering-sering teriak sendiri. Entar dikira kesurupan setan tugas.

***

Waktu itu hari Rabu, cuaca di Kota Serang cukup untuk mengeringkan baju cucian dalam waktu singkat. Kampus dihari itu benar-benar padat, mirip konser band rock. Jalan-jalan dipenuhi orang-orang berwajah bingung dan kaya orang kena alzhemeier. Setelah gua ingat, ternyata hari ini adalah hari pertama teknikal meeting maba (mahasiswa baru). Itu berarti orang-orang berwajah bingung itu gua yakin adalah seorang maba.

Belajar dari pengalaman, gua pun berjalan dengan raut muka senior. Karena gua belajar dari pengalaman terdahulu. Dulu, ketika gua SMP kelas 9, gua lagi jalan dan kebiasaan buruk gua adalah suka lupa menutup sleting tas. Gua dipanggil dari belakang oleh dua cewe asing berseragam SMP yang sama dengan gua. Dalam perjalan ke sekolah gua bertemu dengan cewe yang tidak gua kenal, cewe itu memanggil "Dek, dek", gua pun menengok dengan muka bulldog. Dan salah satu dari mereka berkata "tasnya kebuka dek"' gua langsung cek tas gua dibelakang, dan gua pun langsung menarik sletingnya sambil terus berjalan. Disitu gua berpikir, kayanya mereka ngga pernah gua liat di angkatan gua.

Bener aja, ketika gua keluar dari kelas pas istirahat bareng kawan-kawan gua, gua ketemu dua cewe itu lagi. Dan kali ini mereka menyapa gua lagi sambil tersenyum dan sedikit menganggukan kepala sedikit "Kak.", gua pun baru sadar ternyata mereka adek kelas gua.Sial, gua tadi dipanggill dek sama mereka. Semenjak itu gua belajar bikin tampang senior.

Berasa lucu liat maba-maba ini, jadi inget gua satu tahun yang lalu. Waktu benar-benar berlalu dengan cepat, secepat pulpen yang sering hilang entah kemana. Ketika gua berjalan untuk ke kelas mengikuti jadwa kuliah, gua melewati segerombolan maba yang membentuk lingkaran. Sedikit risih memang, beberapa dari mereka ada yang ngeliatin gua terus, minta ditombak. Gua pun bikin tatapan senior melihat mereka balik, dan kemudian terjadi beberapa detik kontak mata yang tidak penting.

***

Ketika gua pergi ke kontrakan temen gua, ternyata disana ada maba juga, dan maba ini kata temen gua adalah anak dari temen Bapanya. Gua kira dia seperti maba pada umumnya, tapi ternyata tidak. Ketika gua pertama kali bertemu si maba ini, malah gua yang keliatan jadi maba depan dia. Anak ini, badannya lebih besar dari gua, bahkan kumisnya lebih banyak. Tapi untungnya suara gua lebih ngebass, jadi tidak sepenuhnya karakter senior gua terlucuti. Aneh ketika dia manggil gua bang, perasaan ini seperti makan martabak isi duren.

MOMB (Masa Orientasi Mahasiswa Baru) akan segera dimulai dan sebentar lagi akan ada banyak wabah kepala botak melanda, nanti hasrat gua akan makan bakso dan nyanyi akan semakin meningkat. Dan akan ada banyak chocoballs yang berprilaku sangat sopan. So, welcome all chocoballs to collegue ! Ingat, kalian bukan lagi main ftv, tapi lagi kuliah, jangan harap 2 jam kisah lo bakal happy ending.

So, That's all my ghost reader.
Thanks for wasting your time. Don't foget to breath and blink !!
cerrsaahh.

Friday, 14 August 2015

Punggung itu back

Boom... Ghossup !!!
Baru dapet aplikasi keren di HP biar bisa posting tanpa harus buka PC. Ini sangat ngebantu, sekarang gua bisa posting dalam keadaan meeting(p**p) sekalipun !
Gua udah absen terlalu lama dari menulis. Mungkin karena harga sapi lagi naik, jadi ayam pada mahal.

Hanya sekedar informasi, nyamuk yang ngengigit dan menghisap kalian adalah seorang betina, jadi buat yang merasa gentleman jangan bunuh nyamuk, sayangilah mereka. Kasian, kalo mereka dibunuh ngga ada lagi yang nyiapin makanan.

Sekarang, lagi banyak yang nawarin untuk ngerubah haluan blog gua (lagi). Ada yang bilang, mending blog lo diisi tips-tips aja. Kaya tips herbal menghilangkan wasir, mengobati kepala botak dengan jeruk nipis, tips aborsi yang aman. Dan sebagainya. Ada temen gua yang bilang "jor, sayang itu blog lo mending isi tips-tips aja. Biar rame blognya, liat tuh counter visitor blog lo naik turun".

Gua cuman ketawa, dan bilang "visitor hanyalah angka, masih mending ada yang baca blog gua. Kalo ada paling...kalo ada". Sebagian besar atau bahkan seluruh posting blog gua emang ngga edukatif, tapi tujuan gua buat blog ini sebenarnya karena...4 tahun yang lalu gua bertemu dengan beberapa orang yang merubah pola pikir gua, merubah sifat gua dalam menghadapi masalah, dan selalu mencoba untuk menertawakan diri sendiri. Dan mereka adalah 2 onggok daging bernyawa yang benar merubah gua.

Sebelumnya gua ngga pernah mau ngambil resiko dalam segala hal, dan ngga mau masuk ke dalam masalah. Mereka ngajarin gua buat main sama masalah. Sulit buat ketemu sama mereka sekarang lagi, sampai gua posting ini, gua ngga tau rupa mereka sekarang udah kaya apa. Entah mereka masih jadi manusia atau ngga.

Dulu gua melihat sisi belakang mereka dari sebuah punggung yang seakan tidak pernah membungkuk. Sekarang ketika gua berpikir kebelakang, ternyata bertemu orang seperti merekalah yang bisa membuat punggung gua kembali tegak.
Suatu saat pasti gua bakal ketemu mereka, dan berkata "Balikin uang gua yang kalian pinjem dulu, pas lagi patungan di rental PS".

Suatu keberuntungan bertemu orang idiot paling genius seperti 2 onggok daging itu. Menggelikan memang kalo gua nulis ini, tapi biar gimanapun patung pancoran masih dijakarta, dan pertumbuhan tukang tahu sumedang semakin menjamur.

Ash, Don't forget to breath...when you have a big problem, just remember how struglle tyrex to use their hand in their entire life.

Wednesday, 29 July 2015

MOS SMP

Wassup ghost !!!
It’s been a long time, without you my friend~
Udah sebulan gua ngga posting, kesibukan (read : males-malesan ) selama liburan menyita waktu gua.
Walaupun gua udah siapin beberapa postingan, tapi selalu lupa buat posting.
SO, ENJOY THIS STORY…

Sebagai pria, kisah menyedihkan pasti pernah dialami semua pejantan. Baik dalam hal sepele atau sampai hal chaos sekalipun. Dan gua adalah salah satu yang pernah merasakan hal menyedihkan itu.
Kali ini gua mau berbagi beberapa kisah menyedihkan gua.

Mungkin kisah menyedihkan gua atau gua menyebutnya sejarah kelam gua di masa lalu dimulai ketika SMP. Ekspekstasi gua dalam lingkungan baru selalu tinggi, jadi pas jatoh lebih sakit dari yang seharusnya. Misalkan waktu gua masuk SMP, pada masa ini gua merasa seperti lagi naik kano di laut antartika kutub selatan yang banyak balok esnya. Sekalinya gua salah dayung dan ngga bisa jaga keseimbangan, kano gua bakal kebalik dan gua akan mati membeku tanpa ada yang menghiraukan keberadaan gua.

Gua merasa lingkungan SMP gua bener-bener asing, walaupun gua bersekolah di tempat ini bareng ketiga temen gua, tapi gua merasa tetep asing. Gua kaya sekolah di antara para alien yang bersiap mengambil otak gua untuk diteliti, bener-bener serem. Itu semua udah dimulai dari waktu pengarahan MOS (Masa Orientasi Siswa). Ya, sebagai laki-laki yang baru gede saat itu udah sewajarnya gua nyari yang bening, dan menggunakan mata elang buat nyari itu. Karena saking sibuknya nyari target “buruan” alhasil barang-barang yang diinstruksikan untuk di bawa banyak yang kacau, dan gua membawa barang seenak jidat gua.

Gua inget banget, dulu pas MOS SMP itu disuruh pake mahkota dari daun yang berbeda-beda dalam waktu 2 hari, yaitu daun mangga hari pertama dan daun jambu hari kedua. Tapi jiwa seni sotoy gua tidak menangkap hal itu. Ketika itu sore hari,  gua bersama kedua teman gua Alex dam Julio berniat mencari daun yang dimaksud. Kami bertiga berjalan menghampiri beberapa pohon yang kebetulan keberadaannya mudah untuk ditemukan dilingkungan kami. Ketika gua sibuk memetik daun mangga dan jambu, si Julio berkata “Lo, kok metik daun jambu juga jor ? kan itu buat hari kedua, ntar malah layu lagi.”, gua menjawab “Emangnya kenapa ? biar sekalian aja, gua males bolak-ballik.” (disini gua masih ngga tau kalau disuruh membuat 2 mahkota berbeda dari daun jambu dan mangga).

Setelah sibuk metikin daun mangga dan jambu gua balik kerumah, dan seketika gua terbayang perkataan Julio, seolah ingin menangkap informasi tersirat dari pekataanya. Sebelum otak gua menemukan informasi itu, gua langsung memutusnya dengan berpikir “au ah, bodo”. Dan kisah sial itu pun dimulai. Kalo bisa dibilang perlengkapan MOS gua paling banyak yang salah, mulai dari sepatu yang harusnya warna hitam malah pake warna putih, terus gesper yang disertai dengan kaleng susu di kanan dan kiri yang harusnya berisi kelereng dengan jumlah ganjil malah gua isi genap. Karena gua berpikir suara kelereng ganjil itu ngga bagus. Untuk pertama kalinya dalam hidup gua, gua merasa kaya orang gila. Setiap gua melangkah ada gemerincing kelereng.

Setelah melakukan upacara peresmian hari pertama MOS, tibalah waktunya untuk masuk ke masing-masing kelas yang telah ditentukan. Disinilah semua kekampretan itu dimulai, setelah semua peserta duduk, tiba-tiba ada orang gendut berbibir tebal yang pake baju item bawa pentungan sapu dan sok-sok’an berprilaku marah sambil berteriak “SEMUANYA DIAM, JANGAN BERISIK !”. Keadaan kelas pun langsung diam dan tenang, sementara gua berusaha menahan ketawa, karena ngeliat bibir tebal laki-laki gendut ini. Soalnya setelah dia teriak, entah rangsangan saraf apa yang membuat bibirnya langsung manyun kaya lagi mengendus sesuatu. Dan laki-laki ini menghampiri gua yang sedang duduk dengan bibir manyunnya yang makin menjadi, dan dia langsung menunduk dan menghampiri muka gua. Dan gua merasa gua bakal mati saat itu, soalnya gua bener-bener harus tahan ketawa liat bentukan bibirnya.

Selama beberapa detik, dia tatap mata gua dalam-dalam, dan sesekali bibirnya maju mundur. Keringat gua sampai sebesar biji kacang ijo buat nahan ketawa karena tingkah laku bibirnya. Untungnya gua berhasil nahan ketawa. Bola mata gua kaya mau keluar pas nahan ketawa. Disitu, dia mulai menjelaskan kalau dia adalah tim  disiplin siswa, atau disebut TDS. Tugas dia adalah mendisiplinkan setiap siswa baru SMP ini. Gua lega, karena setelah dia menjelaskan dirinya, bibirnya ngga manyun lagi.

Setelah itu si manyun ini pun pergi meninggalkan kelas dengan tampak sangar. Yang gua pikirin saat itu adalah, berapa anak yang harus menahan ketawa melihat bibir manyun artistiknya ketika dia masuk ke kelas-kelas lain, kalau sampai laki-laki ini punya kumis lele, sudah pasti gua ngga bakal bisa nahan ketawa. Setelah Ia keluar, banyak yang menghela napas seakan mereka lega akan kepergiannya. Atau mungkin mereka juga lega karena bisa menahan ketawa kaya apa yang gua lakuin. Tapi ada satu orang yang gua perhatikan , dia hanya duduk diam saja, sepertinya dia laki-laki pemberani.. atau mungkin juga dia ketakuta setengah mati sampai cepirit, tapi kayanya dia ngga cepirit. Soalnya ngga ada bau-bau mencurigakan di kelas.

Setelah insiden itu pun semua siswa kembali duduk, dan tibalah waktunya inspeksi alat-alat MOS. Banyak yang barang bawaannya salah, sampe ada yang barang bawaannya ngga harus dibawa malah dibawa. Waktu itu disuruh bawa pisang satu sisir, beruntung bagi gua yang punya dua kakak yang pernah mengalami ini dan memberitahukan arti kode ini. Kakak gua bilang pisang satu sisir itu artinya, pisang satu dan sisir satu, dan kata-kata kakak gua ini benar. Lucunya, salah satu temen gua ada yang bawa pisang satu sisir beneran, dan dia jadi bulan-bulanan senior, karena dia harus membagikan pisang-pisang itu ke senior-senior lain. Tapi ada yang lebih aneh, temen gua yang lainnya ada yang malah bawa apel  dan ketika ditanya kenapa bawa apel, dia menjawab “Aku gak suka pisang ka, sukanya apel, soalnya kulit pisang ngga bisa dimakan, kalo apel kan bisa dimakan kulitnya”. Pertama kalinya kita semua mau tepuk tangan karena keberaniannya, tapi ketika mendengar alasannya yang terakhir, kelas tiba-tiba jadi sunyi. Gua emang ngga pernah jauh dari makhluk unik.

Kita lupakan temen gua yang pemakan kulit buah-buahan itu. Karena setelah pemeriksaan barang bawaan masih ada pemeriksaan “kostum” MOS. Dan gua baru sadar, ternyata mahkota daun yang gua bawa ini paling kacau ! dan ini semua sudah terlambat. Satu persatu pun diperiksa, kebetulan gua duduk di barisan kedua dari depan. Tibalah giliran gua yang diperiksa, dan memang benar, mahkota aneh itu langsung menyita perhatian mereka. “wah, ada yang beda nih mahkotanya” gumam senior yang meriksa. Gua cuman bisa senyum miris sambil melinting ujung celana khas bocah kecil. Senior yang meriksa gua ini seorang laki-laki bertubuh tambun yang aksen ngomongnya ngga bisa santai, sebut dia cowo tambun.

Dia berkata “Enaknya, diapain nih ka yang salah gini !?”. Dikelas gua ini ada 3 orang senior, terdiri dari 2 cewe dan satu cowo. Tiba- tiba ada salah satu kakak itu menghampiri meja gua, sembari menyauti si cowo tambun “Kenapa ka, coba liat !”. Dan ketika gua melihat senior yang menghampiri gua ini gua semakin gusar dan langsun tertunduk lesu. Dia berkata  sambil memegang mahkota kampret punya gua “Wah, ini mah kreativ ka, dia langsung ngegabung 2 jenis daunnya biar jadi satu mahkota, jadi ngga usah buat ulang”. Mendengar perkataan itu gua langsung kembali semangat dan melihat muka kakak yang berkata itu. Dia pun menanyakan nama gua “Nama kamu siapa ?”, gua pun menjawab “Jordi ka”, oke bagus kamu kreativ “Nama kakak, kak eva”. Gua cuman manggut-manggut. Si cowo tambun ini pun dihiraukan.

Kak Eva ini baik banget sama gua selama MOS, dia sering ngebantuin gua dan nyemangatin gua. Misalnya aja waktu itu, ketika pengenalan sekolah kita diberi tugas untuk menggambar denah sekolah setelah berkeliling mengitari sekolah. Saat itu gua males banget gambar denahnya. Mungkin Ka Eva ngeliat gua yang cuman diam dengan tampang bego dan ngga menggambar denahnya, dan dia menghampiri gua sambil bertanya “Mana Jordi gambarnya ?”, gua pun cuman membalas dengan mendehum. “Sini kakak bantuin”,  Dia pun ngebantuin gambar denahnya, sambil ngejelasin, ternyata dari deket Ka Eva ini cakep juga, gua juga baru sadar kalo dia punya lesung pipit, dan kulitnya hitam manis. Dan gua sama sekali ngga nyimak apa yang dia jelasin. “Bisa kan dek lanjutinnya ?” ucap kak Eva, gua cuman manggut-manggut kambing. Gua pun berpikir, ah ngga rugi gua bikin tampang bego.

Hari pertama MOS SMP pun akhirnya selesai, dan gua masing inget muka ka Eva yang jelasin denahnya, sepanjang perjalanan kerumah sambil berpikir. Besok-besok tampang gua harus lebih bego biar bisa dibantuin lagi.

So that’s all my ghost reader.
Stay alive and Do not forget to breath and blink !
Oks !!!! ;^)

Saturday, 11 July 2015

Memori Kecil di Kandang ( Throw Back Time)

Wassup ghost reader !! How is your day ?
Sekedar informasi, hashtag yang bentuknya #TBT itu artinya Throw back time, bukan Teletubis Baru Tatian..Krik…shiatta ! Forget it !

Oks…Welcome to my Blog ! Blog gua ini hanya memposting apa yang sedang gua pikirkan saat ini, jadi kalau kalian mencari materi pelajaran kalian salah jalan. Tapi jalan-jalan ke tempat yang asing itu bukan berarti ngga enak, karena biasanya malah akan banyak memunculkan kejutan dan berakhir dengan tersesat bahagia (apalagi kalau tersesatnya bareng lawan jenis bukan hewan yang diincer).

Kembali seonggok daging author teloorayam ini menyapa ghost reader yang masih fana. Sekarang ini gua mau kembali menceritakan tentang kandang (baca : rumah) gua. Kandang dari seorang anak bergolongan darah AB saat bayi yang berubah menjadi B saat umur 13 tahun. Seorang anak yang sangat suka mentato dinding dirumah dengan gambar sarat makna yang susah dicerna. Seorang anak yang pernah merubuhkan bangunan rumah orang, dan lari terbirit-birit. Seorang anak yang pernah masuk daftar buronan polisi tetangga, karena ngebolongin dinding dapur rumahnya bersama dengan komplotan anak-anak komplek.

Kisah gua itu semua terangkum didalam rumah, kadang gua suka ketawa inget tingkah-tingkah bodoh gua waktu kecil. Salah satu tingkah bodoh gua adalah ketika gua yang masih berumur 4 tahun mencoba memanjat pagar besi yang kira-kira tingginya 170 cm. Pagar besi itu lengkap dengan kembang pagar yang runcing berwarna emas dibagian atasnya.

Ketika itu sore hari, kira-kira umur gua 4 tahun. Gua memanjat pager untuk masuk ke dalam rumah karena pagernya digembok. Tinggi pagernya kira-kira 1,7 meter. Ketika itu gua abis pulang dari rumah temen gua.  Gua memanjat pager karena saat gua memanggil dari luar rumah, ngga ada yang ngejawab. Kebetulan saat itu yang ada hanya kakak gua yang pertama yang ada di rumah. Gua berhasil untuk mencapai diatas pager, tapi ngga berhasil untuk turun dari pager. Ketika gua berniat untuk turun dengan melompat dari pager setelah berhasil memanjatnya, baju belakang gua tersangkut di pagar dan otomatis gua jadi tersangkut. Karena efek tersangkut saat melompat itu menimbulkan ayunan yang ngebuat gua bertumbukan dengan pager, maka timbulah suara gemerincing khas pagar besi.

Kakak pertama gua yang mungkin ketiduran saat gua panggilin dari luar pager, terbangun dan langsung berlari kearah sumber suara, dan terkejut mendapati adiknya yang kikuk sedang tergantung di pager rumah. Gua yag melihat ke arah kakak gua hanya bisa tersenyum miris sembari mengirimkan pesan telepati dari tatapan mata gua ke kakak gua yang berbunyi “Selamatkan aku ka..”.

Ayunan itu menimbulkan lubang yang besar dibaju gua, dan sesekali saat berayun terdengan suara robekan baju “sreeek”. Kakak gua pun bingung, cara menyelamatkan gua, dan dia memanggil tetangga di depan rumah gua untuk minta pertolongan. Lengkap sudah rasa malu gua, akhirnya tetangga depan rumah gua yang bernama Om Dodi datang ke TKP (Tempat kejadian perkara). Dia kaget melihat seorang anak bajunya tersangkut di kembang pager dengan muka sedih, dan dia bertanya ke gua “Loh Jordi, kok bisa sampe kaya gini ?”, gua hanya diam dan tidak menjawab. Om Dodi langsung jongkok di bawah gua dengan membelakangi gua dan berkata “angkat kakinya dua-duanya, taro di pundak om”. Gua pun menuruti dia, dan setelah gua meletakan kaki gua diantara kedua lehernya, dia mengangkat gua keatas, sehingga baju gua yangyang tersangkut itu bisa dilepaskan. Proses evakuasi gua yang tersangkut di pager pun berjalan lancar, dan tidak ada korban jiwa, yang ada hanya baju bolong bekas tersangkut di kembang pager.
***
Rumah juga menjadi saksi bisu dimana gua dan temen kecil gua bernama Bintang bermain bola “blitter” di ruang tamu karena kakak gua bilang “Dek, siang-siang jangan main di panas-panas”. Lalu, dengan intuisi sederhana anak-anak, gua memutuskan untuk main di dalam rumah, dan gua sama Bintang akhirnya main bola. Dan karena tingkah anak kecil ngga jauh dari perbuatan yang kikuk maka terjadilah… “woi, tang liat nih gua punya tendangan hebat, nama tendangannya tendangan angin bayangan tanpa bayangan !” teriak gua penuh gelora. Tanpa pikir panjang gua menendang bola dan… wusssh… bola yang gua tendang mengarah ke box “MCB”  listrik yang ada di dalam rumah.

Tendangan gua itu tepat mengenai tombol off box MBC, dan mengakibatkan listrik di rumah langsung mati. Seketika pun kakak gua langsung nyamperin gua dan bilang “kok malah main bola dalam rumah ?!” pekikkan kaka gua yang sungguh keras. Gua menjawab dengan cerdas “Kan katanya ngga boleh main panas-panasan pas siang”. Kakak gua diam sejenak dan berkata “Ya jangan main bola juga dek”. Setelah insiden itu gua berhenti main bola di dalam ruangan dan berkata pada teman gua “Tuh, lo liat kan ? tendangan gua bisa madamin listrik rumah dan mendatangkan bayangan yang gelap !”. Temen gua cuman ngangguk-ngangguk sambil ngelempar bola tadi ke halaman rumah.
Setelah insiden itu pun teman gua Bintang, langsung balik ke rumah, karena suara nyokapnya sudah terdengar memanggil namanya. Kebetulah rumah gua sama teman gua ini berhadapan jadi cukup mudah nyokapnya buat manggil dia pulang,… dan cukup sulit bagi gua buat keluar rumah saat berantem sama temen gua ini. Si Bintang biasanya dipanggil untuk tidur siang, dan saat kecil, gua adalah organisme yang paling sulit dan susah untuk disuruh tidur siang.

Pernah disuatu siang gua disuruh tidur jam 14:00 WIB. Umur gua baru 6-7 tahun saat itu. Setiap tidur siang gua selalu kasih syarat. Pernah disuatu siang nyokap gua nyuruh tidur siang, tapi gua bilang “Aku mau tidur siang kalau udah nyelesain puzzle Tsubasa ini.”. Nyokap gua pun nemenin gua buat menyelesaikan puzzle itu, tapi setelah satu puzzle selesai, gua minta ulang nyusun puzzle itu dengan waktu yang lebih cepat baru mau tidur siang. Dan kejadian itu pun terus berulang sampai gua merasa puas. Nah, ketika gua puas “Oke, aku mau tidur ma sekarang”. Dan ketika gua liat ke arah nyokap dia udah tertidur pulas. Gua pun ngga berani banguninnya, akhirnya nyokap gua yang tidur siang, dan gua beralih nonton TV.
***
Hari-hari gua disaat kecil sering dihabiskan bareng teman-teman kecil gua yang namanya Bintang, Alex, Andrew, Julio dan masih banyak lagi. Ya, walaupun saat ini kita semua udah pada pisah dan udah bener-bener jarang main atau bahkan ketemu sekalipun, gua tetep suka inget memori kecil yang gua alami bersama mereka semua. Bahkan gua udah bertahun-tahun ngga ketemu beberapa teman kecil gua itu, dan sekarang yang masih sering ketemu cuman Alex dan andrew doang. Kesibukan di usia dewasa membuat gua harus mengorbankan memori kecil gua bersama mereka.

Banyak kenakalan yang bakal jadi kenangan. Mungkin suatu saat nanti gua bakal rindu dengan suara deru kaki berlari kami, ketika dikejar bapa-bapa karena melempar petasan korek kerumah mereka. Atau mungkin, gua akan rindu dengan kenangan bagaimana gua yang suka bekerja sama dengan teman-teman gua, untuk menjadikan satu orang “tertentu” biar jaga terus dalam permainan petak umpet/bite 7. Emang bener kata adam levine dalam lagu lost stars “God, tell us the reason. Youth is wasted on the young…” mungkin relasi lagu ini dengan cerita gua, cuman gua yang tau.

So, that’s all, ghost reader.
Stay alive, and don’t forget to breath and blink.
Waktu ga bisa terulang, jadi… nikmatin aja “enjoy your time for get a joy, before the killjoy coming like a pinoy ! ” #EggRAP.