Tuesday, 22 September 2015

2015, Pencarian Passion

Yo, Ghossup ! ! ! wassup ghost reader !
It’s been a loooooooooong time without posting to blog~
And I tell you all about thing when I posting again…when I posting again.

 
Ngga terasa, tahun 2015 udah mau selesai ! Dan tak terasa pula gua udah mau memasuki semester 3 di perkuliahan, padahal gua masih inget banget pas gua jalan ke tempat cukur rambut buat botakin rambut gua. Sepanjang tahun 2015 ini juga udah banyak hal yang terjadi, dan ada banyak hal yang datang dan pergi. Di tahun ini pula, gua mencoba jadi salah satu event organizer…EVENT ORGANIZER. Salah satu hal yang bener-bener sulit bagi gua. Tapi, bagi gua penyesalan hanya akan datang ketika gua ngga mencoba. #tssah
 

Di tahun 2015 ini juga gua banyak melakukan hal yang sebenarnya gua pikir ngga akan bisa gua lakuin, walaupun masih ada beberapa hal yang belum bisa gua lakuin atau masih dalam proses. Setelah gua observasi otak gua sendiri, ternyata emang bener kata kaka gua, kalo gua itu terlalu banyak cita-cita. Ya, tapi setidaknya itu lebih baik daripada hidup tanpa mimpi. #dasss

Akhir taun selalu menjadi waktu untuk para kodok kawin, dan ini ngga ada hubungannya sama manusia, yaudah. Lupakan.

2015… dari 19 tahun gua hidup di dunia ini, gua rasa tahun 2015 menjadi tahun awal hidup baru bagi gua. Ditahun inilah gua paling banyak mencoba hal yang ngga mungkin buat diri gua sendiri, di tahun ini juga gua akhirnya bisa menyalurkan hobi gua 70% (gambar dan main gitar) untuk hal yang ngebuat gua merasa berkembang. Gua juga ketemu banyak orang hebat yang mau menyalurkan pengetahuan mereka ke gua, dan buat gua semakin melek tentang diatas langit masih ada outer space.

Hmm… gua rasa gua akan memasuki zona puncak kreativitas 19-21 tahun, makanya gua berusaha mencari orang-orang yang bisa buat hobi gua jadi lebih efisien buat digunakan. Gua ngga mau stuck dijalan dan ngga berkembang, biarpun di akademik mungkin gua ngga terlalu bagus, setidaknya gua masih punya passion di bidang lain buat jadi pendukung gua. Dengan itu gua menamakan tahun 2015 sebagai, tahun pencarian passion.

Mungkin kalian terkadang ada yang males belajar (kaya gua), tapi semangat dalam mengerjakan hal lain (tidur dan makan ngga termasuk). Coba kalian gali potensi itu, ya mungkin kalian belum sempet melihat apa yang membuat kalian semangat, atau malah terantuk batu pas dalam masa penggalian itu. Tapi, satu yang harus kalian inget, kalo hanya menggali potensi secara dangkal berarti itu bukan cari hobi, tapi cuman buat tempat pembuangan bunga pasir (ee* kucing). Semua yang digali lebih dalam pada tempat dan waktu  yang tepat akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. #JordiTEGUH

Mungkin kalian juga berfikir kalau kalau kalian biasa aja dibidang yang membuat kalian “bahagia” itu, tapi semua itu dimulai dari nol, mirip kayak lagi ngisi bensin. Selama itu bisa mendukung hal lain dan ngga merugikan orang lain, lakuin passion lo, lakuin passsion lo seolah lagi dalam kondisi deadline tugas dari dosen killer poikiloterm ( Reptil berdarah dingin ).


Oks, sekian dari gua ghost, passion is what you need in your life, without it… you don’t know what life is. #BOOMJordiTeguhAgain
That’s all, don’t forget to breath and blink. Itadekimasu..


Credit pict : Google

Thursday, 10 September 2015

Komplikasi Kemarau

Yo.. wasssupp, Ghossup !
I ma back. Hasrat menulis gua akhir-akhir ini lagi menurun, mungkin karena sekarang lagi musim kemarau. Kering banget, mirip kaya suasana hati kalian…. dan gua. Ngok*
Kalo gua liat-liat musim kemarau ini, gua jadi ingat masa kecil gua. Dimana semua bagian tubuh gua masih pada kecil. Stop !, tidak perlu dibayangkan.

Gua  adalah salah satu orang dari generasi 90an, ya mungkin gua boleh bersyukur sedikit karena itu. Gua adalah anak yang pernah merasakan yang namanya punya slogan “Pantang pulang setelah maghrib”. Ya, Di zaman waktu gua masih suka meper ingus ke dinding-dinding terdekat, setiap gua main dari jam 4 sore, gua pasti akan selalu balik kerumah sebelum maghrib berkumandang. Hari-hari gua kebanyakan diisi dengan mencari bunglon, main bola, ataupun ngancurin sarang lebah. Nah, yang pilihan terakhir itu gua lakuin bareng kawan-kawan gua untuk melatih daya “kabur” kita ketika menghadapi masalah serius.

Dulu, dekat rumah gua masih banyak lapangan. Bahkan deket rumah gua ada kebun kelapa sawit, dan sampai-sampai ada sebuah gosip entah darimana asalnya orang itu buat kisah kalau di kebun kelapa sawit itu ada tinggal seekor panda tua yang hanya muncul ketika sore hari. Gua adalah salah satu korban dari gosip tidak bertanggung jawab itu. Gua dan temen-temen gua sampai pernah menunggu dari jam 4 sore sampai setengah 6 untuk melihat penampakan panda misterius itu. Setelah gua pikir sekarang, APA HUBUNGANNYA KEBUN KELAPA SAWIT SAMA PANDA !? Emang panda bisa manjat pohon kelapa sawit !? dan itu adalah waktu paling tak berguna yang pernah gua habiskan bersama dengan teman-teman seperbodohan gua itu.

Gua adalah salah satu anak yang tidak memiliki skill terbaik untuk menerbangkan suatu layangan, dulu waktu temen gua nitipin layangannya, malah gua ulur terus sampai itu layangan tinggi banget dan akhirnya jatuh entah dimana, karena gua ngga pernah narik itu layangan. Mungkin itu alasan kenapa ketika gua punya pasangan pasti gua ngga pernah bisa memegang mereka dengan erat, dan berakhir dengan tidak semestinya… tinky winky, dipsy, lala, poo…. *ngok

Sekalinya gua bisa berhasil menerbangkan layangan dengan mantap, gua ngga rela buat nurunin layangannya dan gua lebih milih mutusin layangannya. Agar ia selalu terbang di angkasa dan menyebarkan kabar akan siapa yang telah menerbangkannya. Sungguh, ini adalah salah satu dari sekian banyak pemikiran bodoh gua diwaktu kecil. Padahal itu layangan pasti bakal jatuh juga, kaya peribahasa “Sepandai-pandainya layangan terbang, akhirnya akan jatuh juga”. Mungkin layangan yang gua putusin itu jadi korban arak-arakan anak kecil yang mengejar layangan putus dengan membabi buta, dan mungkin ada beberapa korban luka-luka yang kepeleset masuk comberan, atau sendalnya putus karena udah ngga kuat lagi menahan tekanan dari kakinya. Ya, pada akhirnya yang tertekan pasti ngga akan betah dan berakhir dengan putus… fakyaa.

Tapi biarpun gua sering main waktu kecil, tapi gua tetep inget untuk belajar… belajar bermain bola, belajar main kelereng, belajar boong pas ketahuan nyuri mangga. Yang terakhir itu bukan belajar, tapi bakat. Gua diwaktu kecil sering kagum dengan orang-orang yang jago gambar, dan itu masih berlaku sampai sekarang. Nyokap gua sering beliin buku gambar, dan gua bisa menuhin buku gambar itu dalam waktu dua hari. Ketika gua melihat buku gambar yang berisi banyak gambar “abstrak” gua waktu kecil, gua cuman tersenyum iba kecil, karena gua berpikir ‘gila ! kasian banget kalo gua ngegambar muka orang waktu kecil. Kepalanya botak semua dan ngga punya hidung, kaya voldemort dengan muka bahagia’. Tapi untungnya sekarang gua udah ngga sesadis itu ngegambar muka orang. Setidaknya udah punya rambut dan hidung, kalo bisa dibilang udah masuk standar muka seorang manusia.

Di  musim kemarau ini juga banyak dampak negatif yang gua rasakan. Intensitas gua untuk beli minuman dingin jadi lebih tinggi. Dan bahayanya lagi kekeringan yang melanda sebagian besar penduduk Indonesia juga membuat beberapa pahlawan enggan tinggal berlama-lama di dompet gua. Mereka selalu pergi, dan sekarang gua ngerti apa arti kemarau sesungguhnya. Kemarau dompet adalah kemarau paling menyeramkan setelah kemarau hati. Fakyaa.

Dimusim kemarau seperti inilah, orang akan lebih mudah untuk dehidrasi dan punya banyak fantamorgana liar. Kaya misalkan di saat panas terik siang hari, ketika pandangan seakan kabur akibat uap panas yang dipancarkan matahari yang membuat lo seakan ketemu Yoona SNSD dengan senyum menyejukan sambil membawa jus jeruk dan donat mint isi stroberi. Tetapi ketika lo sadar ternyata Yoona itu adalah ibu kosan lo yang udah berdiri gagah menunggu lo untuk bayar uang kosan. Kayanya, mending hidup di dunia fantamorgana aja, kalo ketemu yang begituan.

***

Oke, bisa dibilang gua adalah orang yang menyukai musim hujan daripada kemarau. Walaupun nantinya akan ada banyak baju yang ngga kering sempurna dan menyebarkan bau sedap khas baju apek. Karena menurut gua musim dingin lebih nyaman…untuk tidur. Musim hujan juga suka membawa gua ke beberapa memori yang buat gua ketawa-ketawa atau senyum-senyum sendiri kaya orang normal yang belajar jadi orang gila.

Entah kenapa, di musim kemarau inilah tingkat kejenuhan gua jadi tinggi, dan mudah untuk mengeluh. Beberapa orang terdekat gua sudah mulai menanyakan gua, kenapa tampang gua males bener kaya bulldog. Gua cuman menjawab “gua butuh sesuatu yang baru, gua lagi mikir apa itu”. Beberapa temen gua bahkan merekomendasikan gua untuk cari pasangan, dan yang ngusulin ini bukan cuman satu orang temen doang, bahkan kakak kedua gua menyarankan hal yang sama. Gua cuman bisa menjawab usulan mereka dengan tatapan datar. Sejauh pemikiran ini gua ngga pernah mikir sampai kesana, apa mungkin beberapa orang didekat gua udah mulai prihatin sama gua, karena tangan gua yang udah mulai dipenuhin sarang laba-laba dan  ada label UNESCO karena tangan gua udah mirip kaya artefak kuno yang ngga terawat.

Sialnya lagi akhir-akhir ini pemandangan di kampus lagi dipenuhin sama banyak pasangan yang berkeliaran dan memamerkan sifat kepacaran mereka, gua merasa seakan mereka seperti memberikan sugesti halus kepada gua untuk menerima usulan itu. Sial… Kemarau ini udah merasuk keseluruh organ tubuh gua, ternyata selain musim hujan yang meningkatkan hasrat seorang pria untuk modus, musim dingin juga bisa membangkitkan hasrat seorang pria untuk mencari objek modus.

Entahlah gua akan mengakhiri musim kemarau ini dengan kekeringan atau malah gua bisa mengakhiri musim kemarau ini dengan menemukan sesuatu yang baru yang sedang gua cari. Apapun bentuk baru yang nantinya akan gua temukan, gua harap itu bisa jadi jawaban gua kenapa Bekasi masih suka dibully sampai sekarang/ngok.

So, That’s all my ghost reader.
I hope you’ll come back again and wasting your time again.
Do not forget to breath and blink, and stay alive !

Friday, 28 August 2015

800 rupiah dan Hantu Parkiran

Welcome my new ghost reader !
Loha, colombia, Brazil ! ordem el progresso !
Makin banyak turis asing, ada Taiwan pula,... F4 !
Oks, wasssuuup ghost reader ! How is your day ?
Hari ini cuacanya bagus, cukup bagus untuk merenung akan seseorang yang seolah menggoreskan memori berkesan dalam pikiran, bayangannya datang seperti angin. Tiba-tiba ada namun keberadaanya sungguh fana... oh tukang parkir.

Hmm... ternyata ramah atau asiknya tukang parkir bisa diliat dari apa yang kita kasih ke mereka. Misalkan beberapa waktu lalu ketika gua lagi ambil motor dari parkiran, gua tadinya ngga liat ada tukang parkir disana, ataupun segala jenis makhluk bernapas. Ketika gua parkir motor ngga ada orang, giliran pas mau ngambil motor udah ada sesosok pria berjaket hijau stabilo lengkap dengan uang receh di tanggannya, seolah siap untuk memberikan uang kembalian sebanyak apapun. Ya, mereka adalah tukang parkir, atau bisa disebut juga hantu parkiran. *ngiiiiiiing* (suara horor)

Waktu itu siang hari, gua melihat jam arloji hitam gua dan jarum jam menunjukan pukul dua siang tepat. Waktu dimana titik matahari terdekat dengan bumi, panas teriknya cukup membuat kepala jadi bau gosong. Di saat-saat inilah es cendol yang berembun terlihat sangat binal dan seksi karena keringat mereka. 
Ketika itu gua pergi membeli minuman dingin di salah satu minimarket kesukaan keluarga, alfamart. Gua pergi kesana untuk mencari minuman vitamin C kesukaan gua. Gua waktu itu lagi males jalan  dan dengan alibi pengen bawa badak besi gua jalan-jalan, soalnya selama gua ngekost gua jarang bertemu peliharaan gua ini.

Setelah gua ngambil banyak makanan di alfamart, yang bisa kebayar cuman minuman vitamin c favorit gua doang. Setelah gua bayar gua pun keluar dari alfamart. Lalu, gua berhenti sejenak depan pintu, untuk mencari kunci motor, di saku celana sebelah kanan gua. Baru sejenak gua merunduk, ketika gua hendak berjalan ke motor, disana udah berdiri sesosok pria berjaket identitas "Penjaga Parkir".

Sontak gua kaget ngeliat dia, gua bingung darimana asalnya dia dateng, padahal tadi sepi. Adegan ini seperti ada sepasang orang dari pinggiran Texas yang ingin melakukan duel pistol. Gua masih berdiri depan pintu alfamart, tukang parkir ini menepuk-nepuk uang kertas recehan di tangannya, dan ada seorang anak yang lagi duduk sambil ngemut permen lolipop.

Gua berjalan dengan gagah ke motor, sambil sedikit mengernyitkan kedua alis biar keliatan beringas. Dan tiba-tiba hantu ini langsung sok akrab, "mari mas (nada lembut)... ayo ayo mundur mas (agak teriak)" sambil narik bagian belakang jok motor. Heboh bener ini tukang parkir, dan gua berkata "ga usah pak, saya bisa sendiri" sambil tersenyum maksa. Dia jawab "udah gapapa mas, saya tarikin (nada rendah)...ayo ayo mundur mas (nada tinggi)", gua jawab lagi "udah ga usah pak makasih". Dan terjadilah tawar menawar tidak penting antara gua dan tukang parkir selama beberapa menit.

Setelah terjadi tawar menawar akhirnya gua menang, dan gua yang waktu itu ngga punya recehan cukup hanya bisa melihat recehan 800 ratus rupiah dari saku gua dengan penuh nanar. Lalu ketika dia gua menoleh ke arah tukang parkir, dia langsung tersenyum. Lalu, gua kembali liat recehan di saku gua. Dan gua balik liat lagi wajah tukang parkir. Kemudian, Itu terjadi secara berulang-ulang.

Gua pun mengulur waktu menunggu tukang parkir itu pergi dengan menghitung debu yïang ada di kaca spion motor gua. Setelah puas ngitung, ternyata gua masih ditungguin aja. Dengan berat hati gua harus menjalankan rencana b "pura-pura jadi moto gp". Gua menyalakan motor gua, sambil ngegeber-geber biar meyakinkan aura moto gp. Sebelum gas motor turun, gua langsung menghentakan kaki gua di pedal gigi, dan ngegas motor dalam keadan seperlapan jumping kebelakang. Atau dengan kata lain gua kabur...

Sepanjang jalan, gua hanya berucap "maafkan orang dengan uang 800 ratus rupiah di saku yang ngga bayar parkir ilegal ini". Setelah kejadian itu, 7 bulan gua ngga pernah ke alfarmart itu. Satu tips dari gua, jangan pernah lakukan rencana b gua kalo di saku lo ada uang lebih dari 2 ribu rupiah.

Semenjak saat itu gua selalu bawa uang lebih dari 5 ribu kalo mau parkir dimanapun. Saran gua, emang terkadang sedikit mengganggu sama yang namanya hantu parkiran, tapi nyokap gua pernah berkata "kewajiban kita itu cuman sampai ngebantu ngasih uang ke dia, kalo soal penggunaannya itu terserah mereka". Emang, nyokap gua paling jago bikin bolu... eh, bikin kata-kata emas maksutnya. 

Jadi, kalo emang kadang kita berpikir negatif sama tukang parkir atau berkata dalam hati "enak amat kerjaannya, nongkrongin motor eh, dapet duit" lebih baik kita hentikan itu. Kewajiban kita hanya cukup "memberi" pada mereka dengan niat  baik *azzzieeeeaaak*. Tapi liat-liat juga pas ngasih uangnya, kalo ngasihnya sambil merem entar dikira sombong sama tukang parkirnya.


That's all my ghost reader !
Oks, don't forget to breath and blink, stay allive !

Monday, 24 August 2015

Farewell Breeze

Farewell message…
Salam perpisahan. Waktu memang berlalu begitu cepat, terkadang keberadaan seseorang terasa lebih berharga ketika mereka sudah tidak ada. Menyebalkan memang, untuk berpisah. Tapi tanpa berpisah, kita tidak akan tahu betapa berharganya suatu pertemuan dan pengalaman yang telah dilalui.

Angin berhembus tenang, setiap hembusannya menyentuh jengkal demi jengkal tubuh ini. Hembusannya seakan membisikan pesan yang tak bisa dinyatakan melalui perkataan. Hembusannya seperti membawa beberapa klip memori abstrak yang terlintas begitu saja. Seakan menandakan bahwa waktu yang telah dimiliki bukanlah yang harus dilalui. Sulit…

***

Summer breeze…
Begitulah gambaran suatu perpisahan bagi gua, suasana paling menyebalkan yang tak akan mampu terhindarkan. Angin yang menandakan bahwa sudah waktunya beranjak dari musim yang dingin ke musim panas. Mengenang beberapa waktu yang tidak akan mungkin kembali lagi.

Dari setiap pertemuan dan perpisahan pastilah merupakan bagian dari suatu keputusan. Penyesalan, kesedihan dan kebahagiaan adalah bagian dari suatu keputusan yang telah di lakukan. Keputusan, juga menjadi bagian epilog dalam setiap perpisahan yang telah dinyatakan.

Menyebalkan memang, untuk merasa seperti kucing yang sebelumnya seakan sudah menemukan rumah untuk meminta makan akan tetapi, merasakan hal lain yang janggal, yang memaksanya untuk pergi dari rumah itu. Walaupun sudah merasakan suatu keteduhan yang nyaman.

Pertemuan memang tidak selalu menyenangkan, tetapi tak jarang pertemuan itu memiliki bagian dalam kebahagiaan yang nantinya akan dirasakan. Gua sadar, bahwa pertemuan adalah awal dari suatu prolog cerita yang akan menjadi awal jalannya kita untuk berjumpa dengan perpisahan. Karena bagi gua, setiap yang dipertemukan pasti akan dipisahkan baik itu cepat ataupun lambat, baik itu berakhir dengan kebahagiaan ataupun kesedihan. Perpisahan juga menjadi tanda atas kasihNya.

Setiap hal yang telah dilalui bersama, dimulai dari kebahagiaan sampai kesedihan, atau momen-momen sulit pasti akan menjadi sekelumit cerita yang tersimpan dengan baik. Yang pada nantinya akan kembali dibuka ketika kita ingin memutar kembali cerita itu dalam pikiran kita, untuk menyatakan emosi dari setiap memori yang telah dilalui.

Yap, tetapi hidup harus terus berjalan. Walaupun sudah berpisah, mungkin ditempat-tempat yang baru kita akan berjumapa lagi pertemuan-pertemuan lainnya. Semoga angin ini bukan menjadi kesedihan karena perpisahan, tetapi menjadi angin yang akan membawa ke permulaan yang baru tanpa melupakan hal yang dahulu.

Special thanks for all people I have meet before.
Semoga, pada waktunya nanti kita akan melalui pertemuan itu lagi. Stay allive.

Wednesday, 19 August 2015

Motel Harpitnas

Yo... wassup all ghost reader ?!!
HAVE YOU EARN SOME HAPPINESS TODAY ?
Mungkin, postingan kali ini bisa sedikit kasih kebahagiaan. Bahahaha

Saat ini, gua mau bercerita tentang pengalaman gua di tempat asing. Pengalaman gua ini masih dalam Provinsi Banten. Provinsi yang menjadi tempat inkubator gua. Karena, gua ingin mencoba lebih mengenal provinsi yang terkenal dengan debusnya ini, gua akan mencoba menjelajahi beberapa daerah di provinsi ini. Tiding, ding, ding, cessss..(nadanya sesuka kalian)


Ketika itu hari Senin tanggal 1 Juni 2015, salah satu hari dalam kalender yang menjadi hari kejepit nasional, karena hari selasanya tanggal 2 Juni adalah tanggal merah ( hari raya waisak ). Sebagai mahasiswa yang baik dan tau diri, tadinya gua ngga ada niatan buat bolos kuliah sedikitpun. Tapi godaan itu selalu ada, dan niat itu perlahan-lahan muncul walau gua selalu lawan dengan tenaga dalam.

Dari hari itu gua belajar sesuatu untuk jangan pernah meragukan pengelihatan visioner nyokap gua. Nyokap gua sebelumnya udah meyuruh gua untuk kembali ke rumah. Dan gua bersikeras untuk ngga pulang, karena gua masih menunggu 1 mata kuliah sore di hari senin, dan nyatanya mata kuliah sore yang gua tunggu-tunggu diliburkan secara sepihak. Dosen itu memang luar biasa, gua jadi punya teori seperti ini "Dosen selalu benar, cewe ngga pernah salah. Jadi, kalo dosen lo cewe, kelar hidup lo.". Dan dosen gua yang meliburkan mata kuliah ini adalah cewe, jadi...yasudahlah.

Gua berpikir, akan tanggung sekali kalau gua harus balik ke rumah yang berada nun jauh di ufuk timur, apalagi harus melewati jalur kesabaran ( Tol Tomang-Slipi) yang menganut konsep jalan tol padat mengesot. Setelah gua berjibaku dengan penyesalan luar dalam, akhirnya temen gua menelpon gua dan memberikan usulan yang bijak (saat itu). Dia mengusulkan untuk pergi ke rumah temen gua di Tangerang. Oh iya, baru beberapa waktu yang lalu gua sadar kalo Tangerang huruf "g"nya ngga double, gua kira selama ini nulisnya Tanggerang.

***

Gua akhirnya pergi ke rumah temen gua yang di Tangerang, sebut saja dia bob. Gua pergi kerumahnya dengan menumpang salah satu mobil temen gua, di dalam mobil itu hanya gualah orang asing ( bukan berasal dari Tangerang ). Dalam mobil ini ada 5 orang, demi menjaga privasi mereka masing-masing namanya akan disamarkan, dimulai dari barisan depan ada Raja, dan Haha. Untuk bagian tengah ada gua, Bob, sama Bib, dan  dalam perjalanan itu tetep bertemu dengan kemacetan di tol, dan gua menemukan sedikit perbedaan di tol ini. Sepanjanng jalan menuju gardu keluar tol ada penjual tahu (lagi). Penjual tahu di jalan tol ini berbaris dengan pose yang berbeda-beda dan menunjukan pose bak model di cat walk. Tapi bedanya, semua model ini pegang barang dagangan tahu mereka masing-masing, dan menjajakannya dengan geliat yang berbeda-beda.

Setelah melewati barisan model tahu itu, akhirnya mobil yang tumpangi ini keluar dari tol. Dan gua bersama Bob, siap turun dari mobil ini. Setelah gua turun bersama bob dari mobil si Raja, kita dijemput sama nyokap si Bob. Dan, rumah si Bob pun nampaknya akan menjadi tempat menginap gua untuk semalem dan gua menamakannya motel harpitnas. Gua menamakannya begitu, karena gua menginap di hari kejepit nasional.

Setelah nyokap si Bob datang, gua pun naik kemobilnya. Ternyata harus menempuh jalan yang cukup memakan waktu, dan melewati jalur-jalur rumit. Gua yakin, skill menyetir nyokap temen gua ini termasuk hebat, butuh jiwa, raga, dan skill menyetir yang mumpuni untuk melewati jalur ini dengan mobil. 

Singkat cerita gua akhirnya sampai, dan hanya di tempat inilah jam tidur gua paling sehat dari beberapa tempat yang pernah gua jadikan untuk bermalam. Gua bukan baru sekali melakukan ekspedisi bertahan hidup ini, gua udah beberapa kali menginap di beberapa rumah temen gua. Bagi gua dengan mencoba berada di lingkungan asing, akan menambah jiwa adaptasi gua. Terhitung dari gua lahir sampai gua posting ini sudah ada 1...2...3..7... hmmm 3 rumah temen gua yang udah gua jadikan tempat menginap.

Dirumah ini, jumlah tangganya genap, kalo ngga genap berarti ganjil, jadi apa urusannya ? ngga ada. 

***

Keesokan paginya temen gua memberikan usulan untuk menonton di salah satu mall di Tangerang, dan gua menerima usulannya. Tapi dia ngga tau mau nonton apa, Bob pun menyuruh gua untuk mencari film yang bagus. Kebetulan, gua adalah penyuka film action dan komedi ataupun kompilasi keduanya. Jadi, gua mengusulkan untuk nonton film horor Tarot. Alasannya simpel gua merekomendasikan film ini, karena yang main filmnya adalah Shandy Aulia, gua seneng ngeliat di senyum, soal jalan ceritanya mah gua ngga terlalu peduli.

Ternyata, di film ini Shandy Aulia nya ngga banyak senyum, lebih buruknya lagi, ternyata Shandynya yang jadi setan, sial. Sepanjang film horor ini berjalan gua cuman kaget 2 kali, pertama gua kaget karena ada musik yang tiba-tiba muncul dari hp gua dan ternyata itu cuman alarm, dan yang kedua gua kaget gara-gara orang yang duduk di sebelah kanan bawah gua loncat dari kursinya sambil menaikan kedua kakinya, gua ikutan kaget karena gua kirain ada komodo masuk ke studio film. Dan yang gua inget dari film ini adalah soundtrack yang dinyanyiin Boy William - I don't know, udah gitu aja, seru banget kan pengalaman gua !

Oks, salah satu kedataran yang gua alami ketika menonton film horor.
Jadi begitulah, yaudah.
....................................................................krik.

So, Thats all my ghost reader.
Thanks for wasting your time again with this u-s-e-l-e-s-s posting
Do not forget to breath and blink.

Saturday, 15 August 2015

Chocoballs Sopan

Wassup, uhhh
wassup, ahhh
Ghossup ! wassuuuup ghost rid rid readaahhh!
It's weekend, saturday !
Padahal kemaren baru hari jumat, sekarang udah hari sabtu aja !
How is your life ?

Oh susu... kalian memiliki rasa hebat
ada yang cokelat dan warna putih
engkau adalah susu cokelat dan susu putih
bahkan ada yang warnanya pink..
tapi tidak disebut susu pink...
oh susu, jika kau berwarna merah...
pasti kau adalah susu merah...

Ya, sebagai permintaan maaf gua, dan sebagai pengembalian rating blog, gua akan kasih dua postingan minggu ini. Kali ini gua bukan mau bahas tentang susu. Periode sekarang-sekarang ini adalah periode banyak mahasiswa baru, periode banyak anak SMA yang ngerasa keren setengah mampus karena punya predikat baru sebagai anak kuliahan. merasa akan menemukan kisah yang sama seperti di ftv. padahal kisah yang lebih kalian akan temui nantinya adalah kisah thriller, setiap malam akan berjibaku dengan laporan (untuk exact), atau tugas lainnya. 

Bahkan jika melewati beberapa kosan mahasiswa lain terkadang terdengar jeritan dan seru deru berontak karena menghadapi tugas-tugas. Kaya gua misalnya, kadang gua suka berhalusinansi seakan tugas-tugas itu mengintimidasi gua dengan bahasa mereka yang tidak gua mengerti. MEREKA HIDUP, MEREKA SERING MENGHANTUI, BAHKAN MEREKA TERKADANG SUKA DATANG KEPIKIRANMU ! Jadi, untuk mahasiswa baru, nikmatin aja, ikutin aja alurnya, tapi jangan sering-sering teriak sendiri. Entar dikira kesurupan setan tugas.

***

Waktu itu hari Rabu, cuaca di Kota Serang cukup untuk mengeringkan baju cucian dalam waktu singkat. Kampus dihari itu benar-benar padat, mirip konser band rock. Jalan-jalan dipenuhi orang-orang berwajah bingung dan kaya orang kena alzhemeier. Setelah gua ingat, ternyata hari ini adalah hari pertama teknikal meeting maba (mahasiswa baru). Itu berarti orang-orang berwajah bingung itu gua yakin adalah seorang maba.

Belajar dari pengalaman, gua pun berjalan dengan raut muka senior. Karena gua belajar dari pengalaman terdahulu. Dulu, ketika gua SMP kelas 9, gua lagi jalan dan kebiasaan buruk gua adalah suka lupa menutup sleting tas. Gua dipanggil dari belakang oleh dua cewe asing berseragam SMP yang sama dengan gua. Dalam perjalan ke sekolah gua bertemu dengan cewe yang tidak gua kenal, cewe itu memanggil "Dek, dek", gua pun menengok dengan muka bulldog. Dan salah satu dari mereka berkata "tasnya kebuka dek"' gua langsung cek tas gua dibelakang, dan gua pun langsung menarik sletingnya sambil terus berjalan. Disitu gua berpikir, kayanya mereka ngga pernah gua liat di angkatan gua.

Bener aja, ketika gua keluar dari kelas pas istirahat bareng kawan-kawan gua, gua ketemu dua cewe itu lagi. Dan kali ini mereka menyapa gua lagi sambil tersenyum dan sedikit menganggukan kepala sedikit "Kak.", gua pun baru sadar ternyata mereka adek kelas gua.Sial, gua tadi dipanggill dek sama mereka. Semenjak itu gua belajar bikin tampang senior.

Berasa lucu liat maba-maba ini, jadi inget gua satu tahun yang lalu. Waktu benar-benar berlalu dengan cepat, secepat pulpen yang sering hilang entah kemana. Ketika gua berjalan untuk ke kelas mengikuti jadwa kuliah, gua melewati segerombolan maba yang membentuk lingkaran. Sedikit risih memang, beberapa dari mereka ada yang ngeliatin gua terus, minta ditombak. Gua pun bikin tatapan senior melihat mereka balik, dan kemudian terjadi beberapa detik kontak mata yang tidak penting.

***

Ketika gua pergi ke kontrakan temen gua, ternyata disana ada maba juga, dan maba ini kata temen gua adalah anak dari temen Bapanya. Gua kira dia seperti maba pada umumnya, tapi ternyata tidak. Ketika gua pertama kali bertemu si maba ini, malah gua yang keliatan jadi maba depan dia. Anak ini, badannya lebih besar dari gua, bahkan kumisnya lebih banyak. Tapi untungnya suara gua lebih ngebass, jadi tidak sepenuhnya karakter senior gua terlucuti. Aneh ketika dia manggil gua bang, perasaan ini seperti makan martabak isi duren.

MOMB (Masa Orientasi Mahasiswa Baru) akan segera dimulai dan sebentar lagi akan ada banyak wabah kepala botak melanda, nanti hasrat gua akan makan bakso dan nyanyi akan semakin meningkat. Dan akan ada banyak chocoballs yang berprilaku sangat sopan. So, welcome all chocoballs to collegue ! Ingat, kalian bukan lagi main ftv, tapi lagi kuliah, jangan harap 2 jam kisah lo bakal happy ending.

So, That's all my ghost reader.
Thanks for wasting your time. Don't foget to breath and blink !!
cerrsaahh.

Friday, 14 August 2015

Punggung itu back

Boom... Ghossup !!!
Baru dapet aplikasi keren di HP biar bisa posting tanpa harus buka PC. Ini sangat ngebantu, sekarang gua bisa posting dalam keadaan meeting(p**p) sekalipun !
Gua udah absen terlalu lama dari menulis. Mungkin karena harga sapi lagi naik, jadi ayam pada mahal.

Hanya sekedar informasi, nyamuk yang ngengigit dan menghisap kalian adalah seorang betina, jadi buat yang merasa gentleman jangan bunuh nyamuk, sayangilah mereka. Kasian, kalo mereka dibunuh ngga ada lagi yang nyiapin makanan.

Sekarang, lagi banyak yang nawarin untuk ngerubah haluan blog gua (lagi). Ada yang bilang, mending blog lo diisi tips-tips aja. Kaya tips herbal menghilangkan wasir, mengobati kepala botak dengan jeruk nipis, tips aborsi yang aman. Dan sebagainya. Ada temen gua yang bilang "jor, sayang itu blog lo mending isi tips-tips aja. Biar rame blognya, liat tuh counter visitor blog lo naik turun".

Gua cuman ketawa, dan bilang "visitor hanyalah angka, masih mending ada yang baca blog gua. Kalo ada paling...kalo ada". Sebagian besar atau bahkan seluruh posting blog gua emang ngga edukatif, tapi tujuan gua buat blog ini sebenarnya karena...4 tahun yang lalu gua bertemu dengan beberapa orang yang merubah pola pikir gua, merubah sifat gua dalam menghadapi masalah, dan selalu mencoba untuk menertawakan diri sendiri. Dan mereka adalah 2 onggok daging bernyawa yang benar merubah gua.

Sebelumnya gua ngga pernah mau ngambil resiko dalam segala hal, dan ngga mau masuk ke dalam masalah. Mereka ngajarin gua buat main sama masalah. Sulit buat ketemu sama mereka sekarang lagi, sampai gua posting ini, gua ngga tau rupa mereka sekarang udah kaya apa. Entah mereka masih jadi manusia atau ngga.

Dulu gua melihat sisi belakang mereka dari sebuah punggung yang seakan tidak pernah membungkuk. Sekarang ketika gua berpikir kebelakang, ternyata bertemu orang seperti merekalah yang bisa membuat punggung gua kembali tegak.
Suatu saat pasti gua bakal ketemu mereka, dan berkata "Balikin uang gua yang kalian pinjem dulu, pas lagi patungan di rental PS".

Suatu keberuntungan bertemu orang idiot paling genius seperti 2 onggok daging itu. Menggelikan memang kalo gua nulis ini, tapi biar gimanapun patung pancoran masih dijakarta, dan pertumbuhan tukang tahu sumedang semakin menjamur.

Ash, Don't forget to breath...when you have a big problem, just remember how struglle tyrex to use their hand in their entire life.

Wednesday, 29 July 2015

MOS SMP

Wassup ghost !!!
It’s been a long time, without you my friend~
Udah sebulan gua ngga posting, kesibukan (read : males-malesan ) selama liburan menyita waktu gua.
Walaupun gua udah siapin beberapa postingan, tapi selalu lupa buat posting.
SO, ENJOY THIS STORY…

Sebagai pria, kisah menyedihkan pasti pernah dialami semua pejantan. Baik dalam hal sepele atau sampai hal chaos sekalipun. Dan gua adalah salah satu yang pernah merasakan hal menyedihkan itu.
Kali ini gua mau berbagi beberapa kisah menyedihkan gua.

Mungkin kisah menyedihkan gua atau gua menyebutnya sejarah kelam gua di masa lalu dimulai ketika SMP. Ekspekstasi gua dalam lingkungan baru selalu tinggi, jadi pas jatoh lebih sakit dari yang seharusnya. Misalkan waktu gua masuk SMP, pada masa ini gua merasa seperti lagi naik kano di laut antartika kutub selatan yang banyak balok esnya. Sekalinya gua salah dayung dan ngga bisa jaga keseimbangan, kano gua bakal kebalik dan gua akan mati membeku tanpa ada yang menghiraukan keberadaan gua.

Gua merasa lingkungan SMP gua bener-bener asing, walaupun gua bersekolah di tempat ini bareng ketiga temen gua, tapi gua merasa tetep asing. Gua kaya sekolah di antara para alien yang bersiap mengambil otak gua untuk diteliti, bener-bener serem. Itu semua udah dimulai dari waktu pengarahan MOS (Masa Orientasi Siswa). Ya, sebagai laki-laki yang baru gede saat itu udah sewajarnya gua nyari yang bening, dan menggunakan mata elang buat nyari itu. Karena saking sibuknya nyari target “buruan” alhasil barang-barang yang diinstruksikan untuk di bawa banyak yang kacau, dan gua membawa barang seenak jidat gua.

Gua inget banget, dulu pas MOS SMP itu disuruh pake mahkota dari daun yang berbeda-beda dalam waktu 2 hari, yaitu daun mangga hari pertama dan daun jambu hari kedua. Tapi jiwa seni sotoy gua tidak menangkap hal itu. Ketika itu sore hari,  gua bersama kedua teman gua Alex dam Julio berniat mencari daun yang dimaksud. Kami bertiga berjalan menghampiri beberapa pohon yang kebetulan keberadaannya mudah untuk ditemukan dilingkungan kami. Ketika gua sibuk memetik daun mangga dan jambu, si Julio berkata “Lo, kok metik daun jambu juga jor ? kan itu buat hari kedua, ntar malah layu lagi.”, gua menjawab “Emangnya kenapa ? biar sekalian aja, gua males bolak-ballik.” (disini gua masih ngga tau kalau disuruh membuat 2 mahkota berbeda dari daun jambu dan mangga).

Setelah sibuk metikin daun mangga dan jambu gua balik kerumah, dan seketika gua terbayang perkataan Julio, seolah ingin menangkap informasi tersirat dari pekataanya. Sebelum otak gua menemukan informasi itu, gua langsung memutusnya dengan berpikir “au ah, bodo”. Dan kisah sial itu pun dimulai. Kalo bisa dibilang perlengkapan MOS gua paling banyak yang salah, mulai dari sepatu yang harusnya warna hitam malah pake warna putih, terus gesper yang disertai dengan kaleng susu di kanan dan kiri yang harusnya berisi kelereng dengan jumlah ganjil malah gua isi genap. Karena gua berpikir suara kelereng ganjil itu ngga bagus. Untuk pertama kalinya dalam hidup gua, gua merasa kaya orang gila. Setiap gua melangkah ada gemerincing kelereng.

Setelah melakukan upacara peresmian hari pertama MOS, tibalah waktunya untuk masuk ke masing-masing kelas yang telah ditentukan. Disinilah semua kekampretan itu dimulai, setelah semua peserta duduk, tiba-tiba ada orang gendut berbibir tebal yang pake baju item bawa pentungan sapu dan sok-sok’an berprilaku marah sambil berteriak “SEMUANYA DIAM, JANGAN BERISIK !”. Keadaan kelas pun langsung diam dan tenang, sementara gua berusaha menahan ketawa, karena ngeliat bibir tebal laki-laki gendut ini. Soalnya setelah dia teriak, entah rangsangan saraf apa yang membuat bibirnya langsung manyun kaya lagi mengendus sesuatu. Dan laki-laki ini menghampiri gua yang sedang duduk dengan bibir manyunnya yang makin menjadi, dan dia langsung menunduk dan menghampiri muka gua. Dan gua merasa gua bakal mati saat itu, soalnya gua bener-bener harus tahan ketawa liat bentukan bibirnya.

Selama beberapa detik, dia tatap mata gua dalam-dalam, dan sesekali bibirnya maju mundur. Keringat gua sampai sebesar biji kacang ijo buat nahan ketawa karena tingkah laku bibirnya. Untungnya gua berhasil nahan ketawa. Bola mata gua kaya mau keluar pas nahan ketawa. Disitu, dia mulai menjelaskan kalau dia adalah tim  disiplin siswa, atau disebut TDS. Tugas dia adalah mendisiplinkan setiap siswa baru SMP ini. Gua lega, karena setelah dia menjelaskan dirinya, bibirnya ngga manyun lagi.

Setelah itu si manyun ini pun pergi meninggalkan kelas dengan tampak sangar. Yang gua pikirin saat itu adalah, berapa anak yang harus menahan ketawa melihat bibir manyun artistiknya ketika dia masuk ke kelas-kelas lain, kalau sampai laki-laki ini punya kumis lele, sudah pasti gua ngga bakal bisa nahan ketawa. Setelah Ia keluar, banyak yang menghela napas seakan mereka lega akan kepergiannya. Atau mungkin mereka juga lega karena bisa menahan ketawa kaya apa yang gua lakuin. Tapi ada satu orang yang gua perhatikan , dia hanya duduk diam saja, sepertinya dia laki-laki pemberani.. atau mungkin juga dia ketakuta setengah mati sampai cepirit, tapi kayanya dia ngga cepirit. Soalnya ngga ada bau-bau mencurigakan di kelas.

Setelah insiden itu pun semua siswa kembali duduk, dan tibalah waktunya inspeksi alat-alat MOS. Banyak yang barang bawaannya salah, sampe ada yang barang bawaannya ngga harus dibawa malah dibawa. Waktu itu disuruh bawa pisang satu sisir, beruntung bagi gua yang punya dua kakak yang pernah mengalami ini dan memberitahukan arti kode ini. Kakak gua bilang pisang satu sisir itu artinya, pisang satu dan sisir satu, dan kata-kata kakak gua ini benar. Lucunya, salah satu temen gua ada yang bawa pisang satu sisir beneran, dan dia jadi bulan-bulanan senior, karena dia harus membagikan pisang-pisang itu ke senior-senior lain. Tapi ada yang lebih aneh, temen gua yang lainnya ada yang malah bawa apel  dan ketika ditanya kenapa bawa apel, dia menjawab “Aku gak suka pisang ka, sukanya apel, soalnya kulit pisang ngga bisa dimakan, kalo apel kan bisa dimakan kulitnya”. Pertama kalinya kita semua mau tepuk tangan karena keberaniannya, tapi ketika mendengar alasannya yang terakhir, kelas tiba-tiba jadi sunyi. Gua emang ngga pernah jauh dari makhluk unik.

Kita lupakan temen gua yang pemakan kulit buah-buahan itu. Karena setelah pemeriksaan barang bawaan masih ada pemeriksaan “kostum” MOS. Dan gua baru sadar, ternyata mahkota daun yang gua bawa ini paling kacau ! dan ini semua sudah terlambat. Satu persatu pun diperiksa, kebetulan gua duduk di barisan kedua dari depan. Tibalah giliran gua yang diperiksa, dan memang benar, mahkota aneh itu langsung menyita perhatian mereka. “wah, ada yang beda nih mahkotanya” gumam senior yang meriksa. Gua cuman bisa senyum miris sambil melinting ujung celana khas bocah kecil. Senior yang meriksa gua ini seorang laki-laki bertubuh tambun yang aksen ngomongnya ngga bisa santai, sebut dia cowo tambun.

Dia berkata “Enaknya, diapain nih ka yang salah gini !?”. Dikelas gua ini ada 3 orang senior, terdiri dari 2 cewe dan satu cowo. Tiba- tiba ada salah satu kakak itu menghampiri meja gua, sembari menyauti si cowo tambun “Kenapa ka, coba liat !”. Dan ketika gua melihat senior yang menghampiri gua ini gua semakin gusar dan langsun tertunduk lesu. Dia berkata  sambil memegang mahkota kampret punya gua “Wah, ini mah kreativ ka, dia langsung ngegabung 2 jenis daunnya biar jadi satu mahkota, jadi ngga usah buat ulang”. Mendengar perkataan itu gua langsung kembali semangat dan melihat muka kakak yang berkata itu. Dia pun menanyakan nama gua “Nama kamu siapa ?”, gua pun menjawab “Jordi ka”, oke bagus kamu kreativ “Nama kakak, kak eva”. Gua cuman manggut-manggut. Si cowo tambun ini pun dihiraukan.

Kak Eva ini baik banget sama gua selama MOS, dia sering ngebantuin gua dan nyemangatin gua. Misalnya aja waktu itu, ketika pengenalan sekolah kita diberi tugas untuk menggambar denah sekolah setelah berkeliling mengitari sekolah. Saat itu gua males banget gambar denahnya. Mungkin Ka Eva ngeliat gua yang cuman diam dengan tampang bego dan ngga menggambar denahnya, dan dia menghampiri gua sambil bertanya “Mana Jordi gambarnya ?”, gua pun cuman membalas dengan mendehum. “Sini kakak bantuin”,  Dia pun ngebantuin gambar denahnya, sambil ngejelasin, ternyata dari deket Ka Eva ini cakep juga, gua juga baru sadar kalo dia punya lesung pipit, dan kulitnya hitam manis. Dan gua sama sekali ngga nyimak apa yang dia jelasin. “Bisa kan dek lanjutinnya ?” ucap kak Eva, gua cuman manggut-manggut kambing. Gua pun berpikir, ah ngga rugi gua bikin tampang bego.

Hari pertama MOS SMP pun akhirnya selesai, dan gua masing inget muka ka Eva yang jelasin denahnya, sepanjang perjalanan kerumah sambil berpikir. Besok-besok tampang gua harus lebih bego biar bisa dibantuin lagi.

So that’s all my ghost reader.
Stay alive and Do not forget to breath and blink !
Oks !!!! ;^)