Thursday, 26 February 2015

Bla bla bla

Gutten tag ! Feliz compleanos, jugador ! sambole nekete de omo cuendro de eternador de la gusta (ini adalah bahasa Latin ne gaco, yang biasanya dipake sama orang ngaco yang hobinya ngaco, ngapain masih dibaca ? ).

Akhir-akhir ini gua lagi coba belajar banyak bahasa-bahasa, mulai dari bahasa ibu sampai bahasa isyarat. Tapi waktu gua belajar bahasa isyarat mama gua malah marahin gua. Emang salah gua coba belajar bahasa isyarat depan kaca sendirian !? ( tapi kalo dipikir-pikir serem juga sih, ketika ada seorang Ibu yang meninggalkan anaknya sendirian dirumah selama 8 jam, dan ketika pulang melihat anaknya berusaha berkomunikasi dengan bayangannya sendiri di depan kaca dengan bahasa isyarat ).

Bahasa adalah media yang dipakai suatu makhluk hidup untuk berkomunikasi di suatu wilayah tertentu, dan biasanya untuk setiap wilayah tertentu memiliki bahasa yang berbeda – beda. Misalkan, orang Batak ngomong batak ke orang batak di wilayah yang ditempatin banyak suku batak. By the way, Gua adalah keturunan batak tulen tanpa pengawet buatan. Batak itu sebenarnya adalah singkatan yang artinya Banyak Taktik, dan biasanya orang batak identik sama aksen bahasanya yang “bah”, dan keras, serta suara bass yang berat pada para prianya. Mungkin lucu kalo ada Orang Batak yang campuran aksen Rusia dan India, terus disuruh ngomong bahasa Inggris aksen UK asli.

Gua juga udah belajar aksen India yang ngomong pake bahasa inggris dari beberapa film yang udah gua tonton. Dan sejauh ini aksen india inilah yang paling gua suka dan yang kedua adalah aksen Rusia. Kakak gua yang pertama pernah gua tunjukin ngomong bahasa inggris pake aksen india, waktu itu gua ngomong “it’s all about quality, not quantity”. Dan kakak gua hanya nyengir heran dan mungkin juga diliputin kecemasan. Mungkin dia bingung, ketika dia baru keluar dari kamar mandi langsung disambut sama adeknya yang ngomong pake bahasa inggris aksen India.

***

Dunia ini bener-bener kaya sama bahasa, gua pribadi sih mau bisa nguasain 5 bahasa Internasional sebelum umur 30 tahun. Bahasa yang mau gua kuasain diantaranya itu ada bahasa Indonesia, Inggris, Jerman (Deutscherland), Perancis, dan Jepang. Tapi akhir-akhir ini setiap belajar bahasa jepang pasti akhirannya kacau.

Dulu sempet pengen banget bisa nguasain bahasa german karena gua pengen bisa kerja di dubes Indonesia di german, Karena Jerman adalah negara keempat yang gua kagumin setelah Indonesia, Jepang, dan Inggris. Selama gua belajar, gua tarik hipotesis kalau belajar bahasa Jerman akan membuat kerongkongan kita seolah penuh reak. Nah, kalo belajar bahasa Perancis akan membuat bibir kita lebih monyong 0,01 mm.

Tapi selama ini gua masih bingung, siapa yang nyiptain kata bla-bla-bla, kenapa kalo orang menyingkat perkataan panjang menjadi bla-bla-bla? Kenapa bukan bol-bol-bol? (walau ini akan menjadi kontroversial di Indonesia).
Ternyata didalam sebuah bahasa juga bisa menciptakan bahasa lain yang membuat terciptanya bahasa baru dari bahasa induk yang sebenarnya.

Bersyukurlah kita orang Indonesia karena kita nganut alfabetis a-z. Ngga kebayang kalo gua jadi orang Tiongkok, apa iya gua bisa hapal dengan mantep itu abjad. Chinese dinobatkan sebagai salah satu bahasa terumit di dunia, dan di bahasa terumit itu juga ada bahasa Norwegia. Gua baru tau kalau Norwegia punya bahasa sendiri, kirain gua mereka pake bahasa Inggris. Lo juga baru tau kan ?
Bahasa Inggris gua juga masih lemah dalam pola kalimat, jadi…. Begitulah.

“I hope one day, I can be the one of Influence person in the world. It’s would be a honour, I believe I can go as far as I think.”

Oke, biar bijaknya lebih klop, ini gua kasih quotes dari diri gua sendiri, terinspirasi dari film Naruto.
“People who’s have a crazy dream is dumb, but people who’s don’t have a crazy dream is worster than dumb”.


Sedikit pesan untuk para martabak :
Wahai martabak, engkau adalah titisan cita rasa terindah yang singgah di setiap pulpa lidahku, biarlah keindahanmu hanya akan hancur oleh pencernaan peristaltik lambungku, janganlah pernah engkau pergi dari dunia yang fana ini. ( teruntuk : setiap martabak yang luluh lantah oleh kebinalan lambungku).

Friday, 20 February 2015

Puisi Kami

Kami
                                                                                              Karya : Jordi Andres Pernando
Kami tidak menuntut disayangi
Kami tidak menuntut dicintai
Tetapi . . .
Kami hanya ingin diakui dan dihormati

Walau kami hanyalah minoritas
Bukan berarti kami di berantas
Hai mayoritas
Kami ikhlas . . .

Kami terbiasa dipinggirkan
Kami terbiasa disisihkan
Tetapi kami tidak merasa kesepian
Karena kesepian hanya milik orang tak ber-Tuhan


“Respect each other, Perfect would come after” –Jordi Andres Pernado 

Ya..., umur ini udah membuat gua semakin peduli sama keadaan sekitar, terkadang menutup mata bisa membuat kita sedikit lebih baik akan masalah disekitar kita, tetapi akan menjadi lebih baik kalau kita bisa menggunakan tangan atau tindakan untuk merubah hal itu. Tapi satu yang selalu gua inget dari kata kakak gua, "Kalau mau niat merubah keadaan, baik lingkungan maupun Negara. Kita harus memulai semuanya dari diri sendiri dulu untuk berubah menjadi lebih baik".



Monday, 16 February 2015

Museum

Sebentar, celana gua melorot . . . oke, disini gua sebagai pemuda Indonesia, sekarang gua udah mulai sadar dikit demi dikit kalau kita yang pemuda ini harus benar-benar harus tau apa budaya yang bangsa kita punya serta sejarah tentang merdekanya Republik Indonesia. MERDEKA ! ! !

Museum… mungkin beberapa dari kita suka berpikir kalo museum hanyalah tempat kuno yang sunyi dan biasanya hanya dijadikan alternatif terakhir buat jalan-jalan, karena biaya tiketnya yang murah, dan kamar mandinya ngga bayar. Tapi museum juga adalah tempat memelihara benda-benda bersejarah yang memiliki nilai ekplisit yang tak ternilai. Karena dibalik benda-benda di museum selalu terdapat cerita historis ( tidak termasuk petugas tiket, staff museum, dan securitynya).

Jadi, sebelumnya gua udah mikir kalau jalan-jalan yang gua lakuin di liburan semester 1 ini harus bener-bener edukatif. Setelah di postingan sebelumnya gua pergi ke Monas, perjalanan gua dihari itu belum selesai, soalnya kata temen gua si Aini ternyata ada museum deket Monas ini, yaitu Museum gajah (Museum Nasional). Pertama kali gua denger itu gua langsung mikir kalau museum itu muat fosil-fosil gajah, terus ada replika mammoth gede. Kita sempet tersesat 30 menit di Monas buat nyari jalan keluar biar langsung ke Museum Gajah, temen gua sampe ada yang berhalusinasi sama tong sampah berbentuk ayam (sebenarnya gua agak bingung ini ayam apa penguin), bahkan dia mengelus sambil sesekali ngajak ngomong ayam yang mirip penguin itu.

Jadi sebelumnya kita sempat nyari pake GPS, tapi yang ada si GPS malah nunjukin jalan yang sesat. Tiba-tiba si Aziz ngomong bak malaikat turun dari tangga “jalannya lewat sini (sambil nunjuk-nunjuk), gua yakin banget, udah… percaya sama gua !”. Mungkin karena keyakinannya itu yang membuat dia jadi berhalusinasi sama tong sampah ayam mirip penguin, serta karena kita terus berjalan tapi ngga ketemu-ketemu itu museum. Untungnya waktu itu ada polisi, terus semuanya sepakat buat si Ria yang kali ini giliran nanya, tapi dia bilang takut nanyanya. Entah apa dia ada trauma sama polisi atau dia takut ditangkep di Monas karena dikira mencoba jualan ke polisi di Monas.

Ria pun bertanya sambil ngumpetin dagangannya “Pak kalau mau ke museum gajah dimana ?”, Bapak itu jawab “Disebelah sini sebenarnya deket, tapi gerbangngngya dikunci, jadi harus lewat gerbang depan… lagian juga ini udah sore mungkin udah tutup”. “ohh… makasih Pak” si pedagang Ria pun menjawab. Kita pun kembali berjalan mencari Museum Gajah.

Setelah melewati halang rintang tulang berulang (?), akhirnya kita sampai di museum gajah, sebelum gua masuk, tiba-tiba gua ada ingatan yang terbesit di otak gua setelah melihat artefak batu berbentuk bundar mirip gong. Dan lambat laun gua inget, ternyata gua pernah ke tempat ini waktu study tour sekolah kelas 6 SD, udah 7 tahun gua ngga ketempat ini, seolah-olah gua melihat bayangan gua yang lagi berlari-larian waktu SD (lebay). Banyak artefak yang gua liat tapi ada satu artefak yang nyita perhatian gua, ada artefak pispot zaman prasejarah. Ternyata nenek moyang kita udah make pispot duluan, sayangnya gua ngga sempet foto.

Belom lama di museum, seketika ada satpam yang nyamperin, gua kirain si Ria mau ditangkep karena dicurigai pengen dagang di museum, tapi si satpam malah ngomong gini ke gua “Mas, permisi... waktu mas tinggal 20 menit lagi….”,sebelum dia mengakhiri pembicaraannya terbesit imajinasi kalau gua bakal dikasih potongan artefak dan dia akan bilang ‘mas harus mencocokan potongan artefak yang terpisah ini, kalau mas berhasil, mas bakal dapet hadiah berupa patung gajah dengan pispotnya !’. Terus nanti ada kamera men yang langsung mengikuti kami seolah lagi di acara variety show bernama “artefak kaget”. Namun, lamunan gua langsung buyar setelah satpam melanjutkan pembicarannya  “…. Soalnya sebentar lagi museum mau ditutup pukul 16.00”. Gua pun menjawab dengan penuh sadar “Oke Pak, terimakasih infonya”.

Setelah sebelumnya gua ngga sempet foto sama pispot prasejarah, kali ini gua ngga boleh ngelewatin foto sama salah satu patung yang bener-bener punya daya tarik sensual ini, karena ada sesuatu berbentuk mirip kepala kura-kura leher panjang yang menempel di itunya. (gua yang kedua dari kiri, maksudnya yang kiri)

***

Ada sedikit kebanggaan yang muncul dari perjalanan gua di hari itu, dari ke dua tempat itu ada banyak bule yang datang. Gila ngga sih, ketika banyak warga negaranya yang mencoba untuk memodernkan diri  mengikuti perkembangan zaman, malah ada banyak orang asing yang mau tau tentang sejarah negara lain yang notabene bukanlah tanah airnya. Padahal menurut gua, buat tipikal anak muda yang kebanyakan suka selfie di foodcourt mall atau kamar mandi mall, Museum lebih berkualitas buat jadi latar selfie, daripada ada kloset atau piring kotor yang jadi latar.

Ya sesekali sih bolehlah dateng ke museum, kan ntar lucu jadinya kalo orang asing lebih mengetahui sejarah Indonesia dibanding warga negaranya sendiri, gua sadar ternyata gua belum menjadi warga negara yang baik. Budayakan budaya sendiri sebelum jadi “pembudidayaan” warga asing, MERDEKA ! ! !


Tuesday, 10 February 2015

Monumen Nasional

Anyeonghaseyo . . . neomu neomu saranghae sarang ayam.
Are you ready to read another posting from nowhere ?! ok, lets read !

Buzz…buzz…buzz…
Mungkin hampir 49,5% dari kalian yang baca postingan ini udah pernah ketempat ini, dan 30% dari 49,5% pernah ketempat ini pas masih bocah. Dan gua bua bukanlah bagian dari 30% itu. Dari kecil sampe gua akil balik, akhirnya gua ketempat yang dijadikan lambang DKI Jakarta ini, yaitu Tugu Monumen Nasional atau biasa disingkat Monas.

Dulu waktu kecil, selalu ada penolakan pas mau ketempat ini, ada aja halangan biar pergi ke Monas. Untuk pergi ketempat ini juga butuh perjuangan tersendiri buat gua. Mulai dari harus pergi ke stasiun sendiri sampe harus naik kereta sendiri. Seperti biasa, setiap pengalaman pertama gua pasti banyak menemui hal yang memalukan. Dimulai dari pas beli tiket kereta yang berbentuk kartu elektrik, ini adalah pertama kalinya gua beli tiket sendiri, biasanya setiap naik kereta semenjak teknologi ini dijalankan pasti selalu ada orang yang ngurusin dan tugas gua hanya tinggal naik dan turun kereta.

Sebelumnya gua harus naik motor ke stasiun dan itu membutuhkan waktu kira-kira 20-25 menit. Setelah gua sampe, gua langsung mencari tempat parkiran dan sialnya tempat parkiran di stasiun udah penuh dan mau gamau gua harus cari tempat penitipan motor deket stasiun, setelah berjalan dengan sedikit melambatkan motor, akhirnya gua menemukan tempat penitipan motor yang tidak meyakinkan.

Bayangin aja, tempat penitipan ini lebih mirip kaya bengkel jualan sepeda loak, ngga ada jarak antara satu motor dan motor lainnya, udah gitu motor yang diparkir sampe bener-bener di pinggir jalan raya persis ! bawaanya mau jual besi kalo ke tempat ini. Tapi karena gua ngga mau ketinggalan kereta, langsung aja gua masuk ke tempat penitipan itu dan langsung ketemu yang punya tempat penitipan, dan yang punyapun udah terlihat expert dibidangnya seolah-olah gua melihat banyak medali kejuaraan lomba parkir motor  yang tersemat dilehernya, wow !

Laki-laki paruh baya yang memiliki penitipan ini menggunakan baju berkerah yang tidak dikancing dan memakai celana bahan hitam, dan dia juga pake sarung tangan khas pembalap. Setelah gua melihat cara dia memarkirkan motor keyakinan gua atas expertnya orang ini bertambah, seolah melihat semakin banyak medali yang melingkar dilehernya.

Langsung aja gua bilang “Pak, saya mau nitipin motor”. Bapak paruh baya ini tidak menjawab dan langsung memarkirkan motor gua, setelah diparkirkan dia hanya mengatakan “pulang jam berapa ?”, gua pun menjawab “jam 6 Pak”. Kemudian dia hanya mengangguk, dan gua bilang “cuman gini doang pak?”. Dia bilang “terus gimana lagi?”. Gua hanya bisa tertegun (alah) karena dia ngga kasih kupon nomor yang biasanya tempat penitipan motor punya.

Karena gua ngga punya banyak waktu buat shock, gua langsung jalan ke stasiun yang letaknya ngga jauh dari tempat tadi. Gua langsung bergegas ke tempat antrian tiket sambil masih memikirkan kupon penitipan motor dan tujuan ke Monas. Tibalah giliran gua untuk beli tiket, dan si mba ini bertanya “tujuan kemana ?”, gua hampir menjawab “kupon motor Monas mba”, tapi untungnya gua masih bisa menguasai pikiran sendiri dan menjawab “stasiun Juanda”.

Setelah membeli tiket itu, gua langsung berjalan untuk mengantri meletakan tiket di sensor gerbang masuk. Mungkin karena gua diliatin sama satpam gua jadi grogi (alibi), gua naro tiketnya malah di layar berwarna hijau yang ada tulisannya, bukan di sensor yang berbentuk persegi panjang kuning. Satpam pun berkata  “Letakan tiketnya di sensor yang kuning dek”, gua cuman senyum mesem sambil bilang “Oh iya, saya lupa ingatan tadi Pak”.

Lucunya di pengalaman perdana naik kereta sendiri ini banyak bapak-bapak yang bertanya sama gua, dan gua pun menjawab sebisa gua walau ada beberapa yang ngga kejawab pertanyaannya karena gua jawab “kurang tau pak”. Suasana kereta waktu itu mirip kayak suasana konser outdoor yang sesak dan terkadang terdengar suara samar-samar  “air,air… siram kami air”. Salah satu kenyataan pahit yang harus diambil adalah gua harus berdiri dari stasiun Bekasi sampe stasiun Juanda dan itu butuh waktu 50 menit.

Anehnya tiba-tiba ada orang berpakaian khas hikers lengkap dengan buff dikepala dan  tas carrier/caril ukuran 40-50 liter,  berlari dari arah pintu gerbong kiri kereta dan menabrak orang-orang  dengan membabi buta, salah satu korbannya adalah gua. Ternyata dia cuman hendak menyebrang, tapi gua gatau apa yang dia makan sampe dia mikir buat menerobos gerbong kereta dan menabrak orang dengan membabi buta, ini merupakan suatu tindakan kriminal tabrak lari !

Gua berdiri di deket pintu kereta tempat hikers itu muncul tadi. Didepan gua persis ada laki-laki dewasa yang berdiri, tapi sialnya tingginya hanya sampai selubang hidung gua, kebetulan rambut dia jabrik dan suasana kereta mengharuskan semuanya berdiri berdempetan. Sepanjang perjalanan tak jarang rambut jabriknya menusuk lubang hidung gua sesekali, dan laki-laki itu sadar atas perbuatan rambut jabrik liarnya itu, dan dia cuman mengangguk senyum karena emang keadaan kereta yang sesak ini membuat dia tak bisa mengontrol rambut jabriknya.

Akhirnya setelah berdiri cukup lama, gua sampai di stasiun Juanda. Setelah itu gua turun dengan menggunakan tangga agar terlihat sedikit keren, karena kebetulan eskalatornya udah penuh banget. Gua langsung berjalan ke gerbang pintu keluar, dan kali ini gua meletakan tiket di sensor persegi panjang kuning yang ada di gate dengan mulus. Setelah keluar ternyata udah ada 3 orang yang menunggu disana dengan beberapa “banner imajinasi” gua.

Gua berjalan ke arah gerbang pintu keluar stasiun Juanda dan tiba-tiba suasana stasiun berubah seperti saat melewati toko baju di mall “tertentu”, karena ada banyak orang yang berteriak dengan memanggil "kakak". Adik gadungan itu memulai aksinya dengan meneriakan hal semacam ini,“ka, mau kemana ka?”,”Ayo ka saya anter”, dan masih banyak lagi yang memanggil kami kakak. Seorang dari kami terlihat takut dan seakan terkena serangan psikis karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia mempunyai banyak adik yang seolah minta pertanggung jawaban.

Setelah kami melewati adik-adik gadungan, kita bertiga berjalan ke gerbang masuk Monumen nasional. (apa perlu gua kenalin satu-satu orangnya ? apa kalian peduli ?) okelah, total kami empat orang, terdiri dari 2 pria dan 2 wanita, kami keturunan Pithecanthropus erectus, kami semua omnivore, alat respirasi kami paru-paru, dan kami semua adalah manusia tulen menurut persyaratan manusia pada umumnya. Pertama ada gua sendiri Jordi the Human man (?), terus ada Aziz the sleipers (sleep and slip), lalu ada 2 wanita yang cukup memenuhi kriteria manusia pada umumya yaitu, Ria dan Aini atau Aini dan Ria, terserah kalian bacanya gimana, itu juga kalo kalian bisa baca.

Kami berempat yang memenuhi kriteria manusia pada umunya ini berjalan ke tempat pembelian tiket untuk masuk ke Monumen Nasional. Aziz yang memiliki spesialis dalam humas mengemban tugas untuk membeli tiket itu. Setelah kami membeli tiket kami disambut sama 2 wanita dan 1 pria hippo berbadan tinggi yang lagi magang disana. Satu yang bikin gua kaget dan sedikit menggelitik, ternyata orang hippo ini suara halus banget dan itu menunjukan betapa rapuhnya pria hippo ini.

Setelah kita berkutat di lantai 1 Monas dalam waktu yang cukup lama kita berempat berniat untuk naik ke puncak Monas, setelah sampai disana, gua kaget karena ternyata ada tempat yang segini kerennya di Ibukota Indonesia, ternyata gua salah karena dari dulu menyepelekan untuk pergi ke Monas, dan akhirnya penyesalan gua udah terbayar sekarang, walau cuaca sedikit berkabut dan berangin di puncak Monas, gua cukup bahagia disini, ditambah lagi ternyata buat liat pake teropong ngga harus masukin koin dulu kaya perkiraan gua sebelumnya.

Ini view yang gua dapet pas gua foto dari puncak Bogor, eh... puncak Monas maksudnya.
Sekarang gua semakin ngerti kenapa spiderman ngga pernah main ke Indonesia. Coba liat gedung tingginya sama bangunan sekitarnya, ngerti kan ?

Mungkin gua merupakan salah satu korban di era millennium, dimana orang udah mulai berpikir untuk mengesampingkan yang namanya pergi jalan-jalan ke tempat bersejarah di Indonesia atau pergi ke museum yang sebenarnya penuh unsur edukatif, dibandingkan pergi ke tempat modern yang lebih menunjukan sifat hedonisme manusia di panggung kehidupan. *yoi dah !*
Ini adalah foto kita bertiga di puncak Monas, mirip kaya tersangka kriminal di reportase sore yang mukanya digelapin.

Sunday, 1 February 2015

Paradoks

Wassup all of my ghost reader ?
Ni hao ma ? wo ai ni. Ogenki desuka ? itadekimasu…

Paradoks…doks..doks… Pertama kali gua mikir kata ini entah kenapa yang tersirat adalah dua orang kembar siam yang berkepala botak lengkap dengan 8 titik khas ala shaolin , kaya di kepalannya krilin di dragon ball. Hiraukan intermezzo bersifat bedebah ini. Tapi yang gua bahas bukan tentang sekumpulan orang botak shaolin, tapi tentang paradoks yang terjadi di shaolin… eh, kehidupan manusia maksudnya.

Semakin gua besar, semakin tambahnya umur , gua semakin tau ternyata hidup ini keras, sekeras ujung sepatu pantopel LLAJR. Hidup emang sering berjalan ngga sesuai harapan kita, kita berpikir seolah kita tau apa yang paling baik buat diri kita sendiri. Egois… itu sifat yang sudah mendarah daging dalam setiap umat manusia, bahkan orang aneh yang suka makan upil sendiri, pasti punya sifat egois.

Dulu waktu kecil, waktu masih suka main pasir yang ngga jarang ketemu tokai kucing, pernah mikir, kalo pengen cepet gede biar ngga ada banyak larangan. Tapi ternyata jadi orang dewasa ngga seenak ngeliat mereka waktu kita masih kecil. Waktu kecil terlalu banyak batasan atau larangan yang ngga bisa kita kita lawan ataupun tentang, karena ngga lucu juga kalo ada segerombolan balita demo depan DPR buat minta turunkan harga popok dan susu sambil nunjukin celana yang kotor berkat tokai berceceran karena ngga bisa beli popok. Atau ngelemparin botol susu sambil berteriak cempreng “Berikan hak kami untuk menikmati susu, turunkan harga susu di warung !”.

Setelah gua besar ternyata terjadi paradoks. Ketika gua besar gua pengen jadi anak kecil, yang ketika pagi membuka mata hanya tersirat pikiran bahagia tanpa ada kerisauan tentang masalah apa yang akan terjadi hari ini. Salah satu ironi nyata yang terjadi pada gua atau bahkan banyak orang yang berpikir sama kaya gua. Waktu kecil gua mikir untuk melakukan segala hal dengan sederhana tanpa berpikir alasan jelas mengapa itu bisa terjadi.

Tapi seiring berjalannya waktu kemampuan sederhana anak-anak untuk menyederhanakan suatu hal, seakan menghilang ketika menuju proses pendewasaan, perjalanan hidup untuk mencapai pendewasaan menghancurkan pemikiran polos anak-anak untuk menyedarhanakan suatu hal. Proses menjadi dewasa membuat manusia tumbuh dengan pola pemikiran yang sudah tersistem, mengancurkan imajinasi, dan terlalu banyak ketakutan karena banyak pertimbangan.

Timbang…timbang….timbang
Emang sih pertimbangan ngga selalu buruk tapi ngga selalu baik juga. Pertimbangan akan menghasilkan ukuran yang pas, tapi gimana kalo banyak pertimbangan ? ? ? itu hanya akan menimbulkan kegelisahan dan berujung pada ketakutan saat mengambil keputusan. Miris emang… setiap orang dalam proses pematangan ini pasti pernah mengalami momen ini semua. Kadang pengen rasanya minum susu oplosan biar gua mabuk sekalian, buat sejenak ngelupain semua masalah yang ada di kehidupan sambil meracau liar “tambah lagi susunya…tambah susu… gua gapunya susu… susu siapa ini… kasih gua segelas susu tapir !”.

Ya gitu, kadang banyak paradoks yang terlintas di pikiran kita seperti saat perut lapar dan perut berbunyi tanpa ada yang mengundang kelaparan untuk datang. Kadang … eh kadang mulu gua ngomongnya, oke gua bakal ganti kadang jadi kandang, eh kok ga nyambung, eh kok lo ikutan bingung ? tunggu dulu… gua dimana? Gua siapa ?! kenapa ayam berkokok ? sejak kapan anjing kencing ngga berdiri ?!

Kalo kata Andrew temen gua, setiap ada orang yang mengeluh depan mukanya pasti dia akan berkata dengan suara bass so bijak “So… this-is-the-life..” dia akan menggoyangkan palanya keatas dan kebawah mirip boneka godek-godek yang biasa ada di mobil. Kadang gurauan itu bisa menyentak pengeluhan, tapi ngga jarang quotes itu keluar di saat yang ngga tepat. Misalkan waktu itu dia pernah numpang poop (boker, be’ol, eek. Gua terjemahkan dalam banyak bahasa ) di rumah si Nico, tanpa pikir panjang dia langsung nyelonong berlari secepat curut ke toilet, dan langsung bergegas ngunci pintu toilet agar radiasi nuklir dari tokai yang dikeluarkan ngga membuat kami semua jadi Hulk. Ketika si Andrew dengan asik di medan perang, Nico mengetok toilet dan berkata “ndre, airnya lagi mati, kalo mau boker ke toilet atas aja”. Gua cuman bisa ketawa denger Nico ngomong itu sambil ngomong dengan keras “ndre, eek lo lagi gantung ya sekarang ? lagi bingung di perbatasan antara keluar atau ngga?” gua lanjut ketawa lagi.

Tiba-tiba toilet hening dan kita semua ngira jangan-jangan Andrew shock denger itu dan langsung kena stroke sambil eek masih menggantung. Ketika kita deketin toilet tiba-tiba si Andrew berkata seakan dia sedang menghadapi masalah hidup yang berat “So… this-is-the –life…”. Kami tenang karena ternyata Andrew ternyata masih hidup dan ngga jadi kena stroke. 

Ini adalah foto kami berempat pas nyoret-nyoret dinding sekolah, tampang kita emang agak sedikit menyedihkan disini. Coba liat tatapan si Andrew yang paling kiri, tatapannya penuh makna seakan tatapannya berbicara .... "Ma, aku mau pulang mak."


Monday, 26 January 2015

Talking With Strangers


Gua bingung kenapa semenjak gua lulus SMA gua jadi sering ngobrol sama orang asing. Kaya misalkan waktu itu gua mau mau ngambil hasil tes di salah satu Universitas swasta yang berpusat di Depok. Padahal kalo orang liat tampang lesu gua harusnya gua di jauhin sama orang-orang karena dikira gua udah digigit nyamuk Trypanasoma gambianse (nyamuk afrika yang biasa menggigit hewan ternak dan ngebuat jadi males gerak).

Dengan tampang lesu gua nyari tempat duduk di hall room Universitas ini, sambil benerin kemeja coklat bergaris putih gua. Gua terlalu semangat datengnya yang harusnya dijadwal datang jam 8, gua jam 7 udah sampai disana. Gedungnya pun baru di pel sama office boy disana.

Karena gua pengen keliatan sibuk, gua pergi ke toilet yang letaknya ngga jauh dari tempat duduk gua, sebelum masuk gua udah memastikan kalau ini toilet pria. Gua mengulur waktu di kamar mandi, sambil liat-liat coretan yang ada di dinding toilet. Di dinding bercat putih ini ada beberapa coretan mahasiswa yang sebagian besar isinya tentang curhatan deadline skripsi, gua cek lambang pria di pintu untuk memastikan lagi apa ini toilet pria. Gua bingung aja, ternyata dibalik tampang mahasiswa yang rata-rata tampangnya kriminal suka curhat di toilet. Gua ngebayangin, kalau ada mahasiswa berjenggot lebat dan berkumis tebal sambil poop dia curhat di dinding dengan spidol dan tiba-tiba, plung. . . pulpennya jatuh ke lobang tempat dia membuang “perjuangannya” dan bersatu padu bersama “perjuangannya” itu.

Toilet ini telah menjadi saksi bisu mahasiswa ….
Setelah sekitar 7 menit gua jadi pengamat toilet, akhirnya gua keluar dari toilet itu dan ternyata di hall room kampus udah lumayan rame. Gua kembali duduk lagi ditempat tadi. Di sebelah gua ada segerombolan ibu-ibu yang lagi curhat tentang tentang uang kuliah mahal, karena gua takut ngga tahan ikut curhat, gua pindah tempat duduk.

Gua masih nunggu di depan ruangan pengumuman yang kira-kira jaraknya 7 meter dari tempat duduk gua. Disana gua liat ada segerombolan cowo dan 1 cewe. Karena gua butuh informasi untuk mastiin jadwal pengumuman, gua nyamperin cewe itu. Dari jarak 2 meter gua udah bisa nyium bau parfumnya yang menusuk sinus gua.

Dengan Tampang karismatik dan suara bersahaja gua langsung nanya dia tanpa basa-basi.
”Eh, lo nunggu hasil tes juga ?”. Tanya si pria karismatik.
Dia pun menjawab dengan penuh unsur huruf “h”. “iyahhh kenapahhh? Lo jugahhh?”.
”iyaahhhh jam berapahhh pengumumannyahhh ?” tiba-tiba gua ketularan.
”jam 9 deh kayanyah.” Dia masih jawab dengan logat “H” yang konsisten.
“makasih.” Gua menjawab dengan normal, sambil bergegas pergi sebelum gua lebih ketularan.

***

Setelah itu keanehan ini terus berlanjut, kali ini kejadiannya di bus, ketika perjalanan gua kembali ke inkubator ( Serang, Banten.
Sedikit penggambaran suasana, di bus ini baunya kaya kandang jangkrik. Di bis ini gua ngambil tempat duduk yang kursinya 3 dan ngambil paling pojok kanan deket jendela. Kebetulan waktu itu gua abis cukur rambut, jadinya suka kaget kalo liat kaca, karena gua kira ada Cristiano Ronaldo di depan gua.

Tiba-tiba gua ketemu cewe di bus ini, sebut saja namanya Bunga ( nama disamarkan ). Pertemuan dengan Bunga bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya gua udah pernah ketemu dia dan pernah kenalan, walaupun waktu itu gua sempet curiga kalu dia adalah sindikat perekrut agen-jualan-tahu- sumedang khas ala bus. Gua menghayal kalau gua bakal di hipnotis dan otak gua dicuci, terus dia bakal mensisipi semua pikiran gua dengan kata-kata “kamu adalah penjual tahu, yang akan selalu tunduk dengan Bunga si agen-jualan-tahu-sumedang.”

Dengan sedikit muka curiga gua berpikir… “bagaimana bisa gua bertemu dengan orang ini lagi !? Tuhan, selamatkan aku ! aku tidak mau jadi agen-jualan-tahu-sumedang !!!”. Seketika ratapan gua buyar ketika dia kembali duduk disebelah gua. Lalu dia menyapa gua, sedangkan gua hanya merapal jutsu anti hipnotis dengan tangan gua yang sibuk.
Si Bunga menyapa dengan santai “Hai, kok kita bisa ketemu lagi ya ? haha”.
gua menjawab dengan muka wasapada “iyaya kok bisa.”

Di pertemuan sebelumnya setelah berkenalan dia pernah nanya sama gua, ngapain pergi Serang, dan gua menjawab dengan penuh semangat laksana saat kita lagi pergi ke kamar mandi saat ingin poop. “Gua kuliah di UNTIRTA, jadi sekarang mau balik lagi ke Serang.”.Lalu tanpa gua bertanya dia bilang “ooh, gua di serang kerja … tepatnya daerah tambak, gua kerja di PT gitu. Gajinya lumayan loh….. bla… bla…bla…” dia curhat dipertemuan pertama sebelumnya, dan ini membuat gua semakin waspada dan semakin sibuk merapal jutsu biar ga kehipnotis

Di pertemuan kedua ini dia kembali bertanya setelah sebelumnya menyapa gua. “Eh iya, lo kan kuliah di UNTIRTA itu kan ?”
“iya bener, masih inget aja ya.” Jawab gua dengan nada do=a
”Ingetlah gua mah, mmm… lo jurusan apa di UNTIRTA ?” Tanya dia lagi.
”Jurusan Agroekoteknologi” jawab gua singkat.
”Oh teknologi ?” Bunga menyambung seolah mengerti.
”em, Agroekoteknlogi.” Gua menyambung lagi dengan sedikit curiga kalau dia ga mengerti.
”ohhh, jadi tentang jaringan-jaringan teknologi gitu kan ?” jawab Bunga sotoy.
“bukan…” gua iba dengan pemahaman tentang jurusan gua.
“oh yayaya gua tau ! tentang jaringan WIFI kan ?!” jawab Bunga dengan penuh gelora.
 Kemudian gua hanya bisa menjawabnya dengan senyum mesem-mesem, sambil menoleh ke kanan meratap dan memandang langit dari kaca bus sambil berkata dalam hati ‘Ya Tuhan, berapa lama lagi aku harus bertahan di bus ini ? bebaskan aku’


Tuesday, 20 January 2015

Trip without S and tease

Wassup my ghost reader ?! I’m back again without wear rider underwear..( who cares ? up to me this is my blog, what are you doing here ? get out ! ……..just kidding. )
 Kembali ke judul, Sebagai mahasiswa yang masih semester 1 pasti hampir semua mahasiwa menantikan libur semester pertama mereka. Karena gua masih mahasiswa baru juga jadi gua juga nantiin liburan panjang pertama gua Sebagai mahasiswa.

Untuk merayakan libur panjang pertama gua, gua udah buat jadwal yang bener bener spektakuler dan liburan panjang kali ini harus produktif (ekspektasi). Soalnya kalo diinget-inget liburan gua sebelumnya bener-bener ampas, gara-gara kerjaan gua cuman main game doang dan kadang merangkap jadi pembantu yang dibayar dengan makan 3 kali sehari.

Liburan kali ini agak sedikit beda, pertama karena ini adalah liburan panjang pertama Sebagai mahasiswa dan kedua di liburan kali ini kumis lele gua udah makin tebel, malah udah punya jenggot unta yang masih tipis. Liburan kali ini diwarnai dengan jalan jalan kelas agro 1A (Kelas di kampus), Sebelumnya kita melakukan rapat 2 hari sebelum keberangkatan. Pada rapat yang berjalan tak senonoh ini, akhirnya di rapat kelas ini kita memutuskan untuk pergi ke pantai carita, salah satu pantai yang ada di provinsi tempat gua kuliah, Banten.

Sepanjang rapat gua cuman menahan lapar yang kronis sambil megangin hp sambil liatin jam dan balesin sms dari indosat sama undian berhadiah. Akhirnya rapat pun selesai dan lambung gua udah makin berontak minta diisi satu bangkai kerbau.

Setelah gua berjalan kaya zombie, akhirnya gua nemu tempat buat makan, masakan padang. Waktu itu gua bareng 3 temen gua. Ternyata bukan gua doang yang kelaperan, pas gua noleh ketemen gua buat ngasih usul tempat makan, tampang mereka ternyata udah berubah jadi zombie juga. Akhirnya dengan suara zombie yang ngebass gua ngomong . . .
“woi, makan di masakan padang aja dah, gua udah laper banget, lambung gua udah ga bisa di toleransi”
Mereka bertiga hanya menjawab dengan rauman zombie sambil menatap lauk pauk yang dipajang di lemari kaca khas masakan padang.Setelah makan akhirnya kami kembali menjadi manusia yang normal, walaupun ada salah satu dari kami yang tampangnya tetep kaya zombie. Kita akhirnya pada balik ke kosan masing-masing.

2 days later……………….
Akhirnya tiba di hari keberangkatan, seperti biasa gua ngaret dari jadwal ngumpul. Setelah menunggu lama, akhirnya kita berangkat dengan 3 mobil angkot andalan, kebanggaan kota serang. Gua berada di angkot yang berisi barang-barang, gua gangerti kenapa gua masuk ke angkot barang, entah apa gua cocok di tempat barang atau ternyata barang-barang ini adalah saudara gua yang sudah lama terpisah. Setelah perjalanan panjang tiba tiba gua liat kaca dan gua ngeliat kumis gua nambah 1 mm diperjalanan.

Pas sampe di villa, di depan gerbang udah ada temen gua yang nunggu mirip kaya penjaga villa yang horror. Spontan gua ngomong “misi pak..”. Temen gua ngeliat dengan tampang semangat seolah bangga dia mirip kaya tukang villa “mari dek..”. Sesampainya di villa gua langsung ngangkatin barang karena merasa terpanggil oleh saudara-saudara gua itu. Mereka berbisik …
“angkat aku bang, aku ga tahan di angkot ini”.
Gua jawab dengan bisikan telekinesis pikiran “Tenang adik, aku akan mengangkat kalian”.
Kemudian kami saling berbisik …
“abang….”
”adik…”
itu terus berulang sampai musik dramatis dipikiran gua selesai, mirip kaya adegan film jaka sembung bawa golok.

Setelah hari yang panjang tibalah malam, waktu itu suasana udah mulai sepi, cuman diisi sama musik dan suara gua yang lagi karokean dengan lagu korea, yang kalo denger suara gua bisa bikin kuping pendarahan.

Tiba-tiba ada suara bising dari cewe setinggi kulkas 1 pintu yang ngusulin buat bikin games werewolf. pertama gua pikir games ini kaya polisi maling, tapi bedanya disini si maling bakal berpura pura kaya werewolf gila yang minta kawin. Ternyata pikiran liar gua itu beda jauh dari cara main sebenarnya.

jadi cara mainnya gini...............................................nah gitu deh pokoknya, kalo ngejelasin gua males, jadi terka aja sendiri dengan pikiran liar kalian.

Sebelum games ini dimulai gua kaya ada firasat buruk kalo gua bakal jadi siksaan di games ini, firasat itu muncul setelah koyo yang gua pake, tiba-tiba ga berasa panas sama sekali. Dan ternyata benar, gua selalu mati ditahap awal permainan ini, ternyata firasat koyo itu benar. Dan di hari itu gua belajar untuk percaya tentang mitos koyo yang ga pernah ada sebelumnya.
Masih penasaran sama cara mainnya? yaudah gua jelasin, tapi jangan lupa ntar kirim martabak bangka special ke email gua. Jadi gini, di games ini ga ada batas pemainnya, justru makin rame makin seru, tapi kalo yang main sampe satu kelurahan, bisa - bisa ni games ga bakal selesai sampe kumis lele gua berubah jadi kumis Pak Raden. Di games ini ada 3 pemeran yaitu, ada dewa, werewolf dan warga. Tugas dewa disini adalah Sebagai sutradara games, dia bertugas untuk menentuka siapa yang menjadi werewolf dan nantinya apapun yang dikatakan dewa harus diturutin sama semua peserta, sekalipun dia nyuruh lo kayang sambil melet lo harus nurut. Kedua ada werewolf, yang bertugas untuk membunuh warga, semakin banyak warga yang dibunuh semakin keren reputasi si werewolf, kebetulan ketika gua jadi werewolf, gua adalah werewolf terburuk sepanjang sejarah dunia werewolf. Ketiga ada warga, tugas warga adalah menebak yang mana yang menjadi werewolf dan membunuh werewolf di games.

Cara mainnya gini, pertama kita duduk melingkar dan dewa berdiri di tengah, nanti si dewa akan menyuruh semua orang merem, terus sambil si dewa ngomong dia akan menyentuh orang yang dipilih untuk menjadi werewolf, untuk orang yang disentuh dewa dia harus buka mata dan menunjuk siapa yang akan dibunuh, setelah itu dia kembali merem, dan menyamar di warga, nanti semua akan disuruh buka mata oleh dewa, dan dewa kasih tau siapa yang harus mati dan memberi instruksi untuk voting sama warga, siapa yang jadi werewolf, dan setiap satu putaran ada 2 orang yang mati, 1 yang dibunuh werewolf, dan 1 lagi Sebagai hasil voting dari warga yang diduga werewolf, dan begitu seterusnya. ( coba liat, Dewa mana yang nyuruh voting buat ngambil keputusan ?! cuman di games ini itu kejadian ! so, tunggu apalagi !? ayo buruan main ! *dapatkan seri dewa langka dijual terpisah, bila sakit berlanjut hubungi dokter hewan terdekat* absurd ya ? :/ ngok..ngok…ngok. )

Thanks for reading, don’t forget to share or comment….if you know how to type. Salam martabak Bangka pisang keju coklat !

Saturday, 27 December 2014

Mature...maturity

Wassup ghost reader ????? I’m line thank you !
I’m back to my egg blog again, to post something useless but still have an useful side (?)
saat ini, hari ini, sekarang, gua mau kasih lo salah satu bacaan yang bener-bener bermanfaat dan super duper….. ga penting . Galaksi bimasakti akan menjadi saksi dari kebangkitan seorang bocah berzodiak Taurus dan bershio tikus, yaitu gua sendiri. *dragon ball ost playing*

KITA SEMUA ADALAH MAKHLUK HIDUP !!!!!!!!!!!......... yaudah. *krik*
Kita semua (rider,reader.ghost reader) adalah makhluk hidup yang pasti akan mengalami suatu proses yang melelahkan tapi bakal jadi yang mengesankan juga, karena proses ini akan jadi titik balik dari semua hal yang pernah kita lakuin sebelumnya, proses ini sering disebut PENDEWASAAN (mature).
Di maturity ini kita bakal dihadapkan sama banyak masalah, mulai dari masalah yang konyol sampe masalah paling chaos ! dan bahkan level chaos kita akan terus bertingkat seiring berjalannya waktu ! *watdehek*. 

Yang paling menjijikan adalah, kita akan merasa kalau kita adalah pemeran utama paling menyedihkan yang ada di suatu film sinetron stripping, ketika kita menghadapi masalah yang sangat berat. Dan pasti akan muncul kata-kata ini “KENAPA HARUS GUA SIH YANG NGALAMIN INI?”. Kalo lo udah sempet mengucapkan kata ini atau dalam hati, itu berarti lo udah mulai masuk ke proses maturity.

Kalo kata lenka kan trouble is a friend, and damn it’s really true . gua yang tampang datar gini aja udah banyak ngerasain masalah-masalah yang ngebuat gua ngucapin kata-kata kampret kaya diatas. Tapi karena ukuran sepatu gua 42, semuanya dapat gua lewatin, walau masih banyak masalah baru yang akan menanti . *this is more damn*

Emang suatu masalah kadang buat kita jadi down, tapi kalo lo bisa lewatin lo bakal bisa “naik” lebih lagi . Istilah katanya kaya, mundur 1 langkah, maju 2 langkah. Nah gitu. Jadi, kalo lagi ngalamin masalah jangan terus terpuruk, pikirin apa yang bakal lo dapet kalo lo bisa ngelewatin kampret ini, ok ga !? .

Nah, pas lagi menghadapi masalah, coba dah kita ubah perspektif kita dulu, jangan nganggep suatu masalah ini jadi hambatan, tapi kita nganggep masalah ini jadi sebuah rintangan yang emang harus kita hadapin ketika kita mau mendapatkan sesuatu. Kalo udah gitu pasti kita bisa lebih bijak buat ngadepin masalah, eh rintangan yang akan kita lewati .

Yang terakhir, jangan gampang puas ketika kita bisa ngelewatin suatu masalah, karna jangan lupa kalo lo berhasil melewati satu rintangan, berarti rintangan lain udah nunggu, begitu aja terus sampe lo pensiun dari dunia fana ini atau bahasa kasarnya itu, Mati…. *psychopat music play*
Tapi selalu ingat, dibalik hujan badai selebat apapun, pasti ketika sang fajar muncul akan timbul pelangi yang indah. *efek makan rainbow cake* . Jadi, jangan pernah menyerah buat menghadapi semua rintangan. Biar nantinya kita bisa mendapat kemenangan atas rintangan yang sudah terlewatkan. *The script – hall of fame , play* 

Thanks udah baca, don’t forget for share, follow or comment . karena pembaca yang baik adalah pembaca yang meninggalkan jejak . salam martabak Bangka pisang keju !

Monday, 22 December 2014

Fenomena


Kali ini gua Jordi Andres Pernando pandiangan datang menyapa pembaca gaib dengan sebuah postingan absurd, pertama - tama mari kita panjatkan puji syukur karena sampe detik ini masih ada internet dan , gua juga sangat berterimakasih sama masakan padang yang bisa gua makan sebelum nulis postingan ini. 

.OK…. Gua mulai ..

Semua orang mulai dari remaja yang belum akil balik, remaja udah akil balik, dewasa, tua, Semua makhluk hidup pasti suka ngikutin fenomena-fenomena baru yang suka muncul. Terlebih kita yang umurnya masih nanggung (remaja menjelang akil balik menuju dewasa ) pasti suka ngikutin tren absurd yang suka terjadi. Misalkan gua orangnya tadinya ga suka sama yang namanya foto bareng, apalagi pake tongsis,fish eye,bulls eye dan sebagainya. Tapi karena gua ingin bertahan hidup sekarang gua jadi suka foto bareng. Dan misalkan juga fenomena bahasa-bahasa aneh yang sering muncul dikalangan remaja. Kaya misalkan keleus, tebir, gece, jones . gua paling anti pake bahasa ini, dan kalo gua coba ngomong bahasa gini lidah gua kaya disuntikin anastesi yang ngebuat gua susah gerakin lidah sendiri. 

Malahan fenomena juga banyak yang ga masuk akal, kaya ada fenomena kakek-kakek yang bertelurlah,beranaklah, salto lah. Fenomena emang kadang juga punya segi yang dapat mempengaruhi penikmatnya, kaya dulu waktu gua SMA ada temen cewe dikelas yang setiap hari selalu punya bahasa baru, singkatan baru, istilah baru. Ngomong sama mereka kaya ngomong sama bule dari rusia bahasanya ribet.


Adalagi fenomena homo yang tingkat pertumbuhannya pesat banget, dulu gua ga percaya homo itu ada banyak, sampe pada akhirnya gua liat sendiri… waktu itu gua lagi dijalan, naik motor abis pulang dari wajib militer( baca : sekolah), ada sepasang cowo sebut saja anton dan tono, lagi naik motor ninja si tono yang dibonceng meluk si anton dari belakang gitu ! dan lo tau ?! si tono naro dagunya di pundak kanan anton yang ngendarain motor ninjanya, sumpah rasanya kepala gua kaya keseterum abis ngeliat gitu dijalan, pas si tono ngeliat muka gua sambil senyum manja gitu, gua bener-bener kaget dan ganyangka cowo tampang beringas herder gitu bisa pake baju v-neck berkerah yang ngepress banget, sampe puting si tono ngejiplak. Langsung aja gua kebut motor gua ninggalin mereka.


Ya gitu, fenomena kadang emang bisa jadi hal negative yang berujung thriller yang kaya gua alamin, atau juga bisa jadi hal positive , mungkin blog gua ini juga punya pilihan untuk menjadi fenomena besar atau cuman jadi blog fantamorgana yang pembacanya gaib semua.


mungkin kalo ada yang sependapat sama gua bisa komentar, share , atau follow blog gua.
salam martabak bangka~~

Saturday, 13 December 2014

Female

Wassup my ghost reader…
Kali ini gua jordi beserta kesepuluh jari gua yang seksi ini akan membahas tentang ciptaan Tuhan yang sangat-sangat indah, luar bisa, menakjubkan dan wow !

Mereka adalah wanita, makhluk terindah, tercantik, dan tersusah dipahami dan tak jarang suka menyalahkan pria yang memiliki radius paling dekat dengannya.

Dipostingan gua kali ini gua bukan ngebahas tentang tips mengikat rambut ala barbie, atau tutorial make up rainbow cake (muka putih,bibir merah, leher coklat) buat cewe. Dan juga bukan tentang tips memilih pembalut bersayap yang baik. Postingan gua ini akan menceritakan tentang kisah gua dengan cewe yang pernah deket sama gua (walau ga banyak). 

Ok gua mulai…. Sekedar informasi untuk para pembaca gaib gua, kalo gua nulis postingan ini sambil pake topi walaupun dalam ruangan, dan gua nyebut topi ini adalah topi inspirasi.

Oke kembali ke topik postingan .
Wanita mereka adalah makhluk yang diciptakan Tuhan untuk mendampingi seorang pria. Begitu katanya. Ya gua setuju, menurut gua kita (yang merasa cowo beneran) emang butuh seorang cewe, dulu waktu gua masih bocah yang masih suka main tanah dan mungut benda absurd dijalan pernah mikir, kalo cewe bisanya cuman ngehambat permainan doang.
Tapi itu berubah ketika gua ngeliat seorang cewe pas masih TK, dan gua nyebut ini cinta piyik (anak ayam) , kocak dah dulu buat narik perhatiannya gua sampe beli petasan batu (kalo dibanting meledak), terus gua lemparin kekakinya cuman buat dia biar teriak, teriakan nyaring banget kaya babi mau dipotong.

Nah pas SD gua juga pernah suka sama cewe lagi, tapi yang ini rasanya beda banget sampe bikin gua panas dingin, tangan keringetan, bahkan sampe pipis dikit dicelana. Kalo sama yang ini gua berakkhir tragis, karna setiap dia ngomong sama gua, gua ngerasa jadi manusia prasejarah yang ngomongnya gagu, apalagi pas dia seyum ke gua, bangski gua sampe kaya bengong doang ,buset. Mungkin dia sekarang udah lupa sama gua, kalo masih inget gua hoki berat berarti.

Di smp, gua pernah suka sama 2 cewe, yang ini kisahnya kacau. Gua suka sama cewe ini karna ada temen gua yang suka cerita kebaikan cewe ini jadi secara ga langsung, gua terkontaminasi… dan singkat cerita kisah ini berakhir kacau, tapi untuk cewe yang satunya berakhir cukup baik :B .

SMA? Ya katanya sih ini masa paling pas buat deket sama cewe, tapi gatau kenapa gua malah ga semangat deket sama cewe disini , pas masih baru masuk ada sih cewe yang sms gua , gua akuin mata cewe ini bagus, jadi gua bales aja smsnya, terus smsan sampe akhirnya gua bosen dan jenuh karna gua ga ada niat apa-apa. Suka Kaka kelas cakep? Ya ini juga pernah gua alamin, tapi cuman berlangsung 3 hari pas di ospek doang setelah itu gua bosen lagi . sempet ada cewe yang lumayan deket, tapi gua itu termasuk orang yang moody, kalo lagi ga mood bisa diem doang, tapi sekalinya gua lagi mood sama lingkungan atau orangnya , gua bakal ngomong sesuka hati gua. Dan akhirnya gua mengakhiri masa SMA tanpa seorang pendamping pun, gua bingung sampe sekarang gua belom nemu cewe lagi yang bisa buat gua jadi semangat ngelakuin segala hal. Di tempat kuliah ? mmmm… disini gua masih proses riset, walaupun belom adalagi cewe yang bisa ngebuat gua jadi manusia prasejarah lagi, tapi ada yang orang yang buat gua tertarik. 

Female = cewe/wanita/perempuan . setelah gua piker-pikir bukan cuman cowo yang butuh cewe, tapi cewe juga butuh cowo. Jadi intinya saling membutuhkan lah. Karena kalo diperhatiin ada kata “male” dalam sebuah “female” , mereka saling melengkapi satu sama lain, jadi sebenarnya kita memang diciptakan berpasangan untuk saling melengkapi bagian-bagian yang hilang, bukan untuk sekedar membuat kita jadi lebih baik dimata orang lain, no body’s perfect . Jika mereka bisa melengkapi kenapa harus cari lagi ? ( wat de heck , umur emang ga bisa boong , bahasa gua jadi memuakan gini, welcome mature~~).

don’t forget for comment or share, my ghost reader… salam martabak Bangka !